Desain Arsitektur Perpustakaan UI yang Super Keren dan Futuristik

Desain Arsitektur Perpustakaan UI yang Super Keren dan Futuristik | Foto artikel Arsitag
Desain gedung perpustakaan UI, karya DCM Indonesia, via archdaily.com

The Crystal of Knowledge adalah sebutan untuk Perpustakaan Pusat yang megah di kampus Universitas Indonesia. Berlokasi di Depok, Jawa Barat, gedung perpustakaan modern ini berdiri di area seluas 3 hektar dengan 8 lantai. Gedung perpustakaan sengaja dirancang untuk berdiri di atas lanskap bukit buatan dan terletak tepat di depan Danau Kenanga yang ditumbuhi pepohonan besar berusia 30 tahun.

Bangunan arsitektur perpustakaan ini memiliki konsep sustainable building yang ramah lingkungan (eco friendly). Kebutuhan energi didapatkan dari sumber energi terbarukan, yakni energi matahari (solar energy). Selain itu, bangunan ini juga didesain bebas asap rokok, hemat listrik, air, dan kertas.

Mau melihat kemegahan desain dari Perpustakaan Pusat UI yang didesain oleh Denton Corker Marshall Indonesia ini? Yuk, kita simak bersama.

Terdiri Dari Tiga Menara
Desain eksterior Perpustakaan UI, karya DCM Indonesia, via archdaily.com

Desain eksterior Perpustakaan UI, karya DCM Indonesia, via archdaily.com
 

Desain perpustakaan keren ini terdiri dari tiga menara dengan delapan lantai. Ditambah, sebuah bangunan yang berdiri di atas danau bernama Ruang Apung dan gedung serbaguna, yang terhubung antara satu dan lainnya. Area perpustakaan juga dirancang sebagai ruang sosial yang menyediakan ruang terbuka semacam plaza. Letaknya persis di depan pintu masuk gedung, berhadapan dengan danau di bawah pohon rindang.

Di area plaza ini, mahasiswa bebas melakukan berbagai aktivitas seperti belajar, mengadakan pertemuan, pertunjukkan, dan berbagai kegiatan lainnya. Sebagai sumber energi, lampu-lampu di sekitar danau menggunakan panel surya.

Gedung Berlapis Batuan Andesit
Dinding berlapis batu andesit Perpustakaan UI, karya DCM Indonesia, via archdaily.com

Dinding berlapis batu andesit Perpustakaan UI, karya DCM Indonesia, via archdaily.com
 

Bagian fasad gedung dilapisi dengan batu alam andesit berwarna hitam yang membuat tampilannya sangat kental akan unsur natural. Bentuk menara dibuat miring, mengingatkan kita pada bentuk prasasti zaman dahulu. Bentuk gedung yang miring ini pun memiliki filosofi tersendiri, yaitu diibaratkan seperti pena yang digunakan untuk menuliskan karya.
 

Baca juga: Desain Unik Perpustakaan Mungil di Semarang ala SHAU Architects yang Wajib Dikunjungi
 

Keseluruhan Bangunan Ramah Lingkungan
Arsitektur Perpustakaan UI yang menyatu dengan lanskap, karya DCM Indonesia, via archdaily.com

Arsitektur Perpustakaan UI yang menyatu dengan lanskap, karya DCM Indonesia, via archdaily.com
 

Saat Anda berkunjung ke Perpustakaan Pusat UI ini, Anda akan langsung disambut oleh hamparan bukit luas yang ditanami rumput hijau. Bukit ini menyelimuti seluruh punggung bangunan. Selain berfungsi estetis, hamparan bukit rumput juga berfungsi untuk mengurangi suhu ruang di dalam bangunan. Di sela-sela bukit rerumputan dibangun pula selokan-selokan untuk melancarkan aliran air hujan ke dalam tanah.

Terletak tepat di depan danau, bangunan ini pun terasa sejuk ditambah dengan banyaknya pepohonan rindang yang mengelilingi gedung perpustakaan. Tak hanya itu, bangunan ini juga dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah. Air buangan toilet dapat digunakan untuk menyiram punggung bangunan yang telah diproses melalui teknologi Sewage Treatment Plant (STP).

Tempat Penyimpanan Buku dengan Suhu yang Diatur
Interior Perpustakaan UI, karya DCM Indonesia, via anakUI.com

Interior Perpustakaan UI, karya DCM Indonesia, via anakUI.com
 

Gedung perpustakaan modern ini mampu menampung lebih dari 6 juta koleksi buku, manuskrip langka, bahan penelitian, serta referensi buku yang disimpan dalam suhu ruangan yang stabil dan jauh dari sinar matahari langsung.

Bagi mahasiswa calon peraih gelar doktor, disediakan pula tempat penyewaan ruang cubicle berukuran 1,5 x 1,5 meter persegi untuk tempat khusus belajar intensif.

Interior dengan Konsep Terbuka
Koridor Perpustakaan UI, karya DCM Indonesia, via inhabitat.com

Koridor Perpustakaan UI, karya DCM Indonesia, via inhabitat.com
 

Interior perpustakaan terasa sangat luas dan terbuka karena mengadopsi sistem void. Dengan begitu, sirkulasi udara alami pun dapat berjalan secara lebih maksimal. Untuk menghubungkan antar lantai dibuat jalan semacam trem selain lift. Lantai satu terdiri dari ruang santai dengan banyak sofa dan kursi untuk tempat belajar atau berdiskusi. Di lantai ini juga terdapat ruang pelayanan tempat menyimpan tas, ruang komputer, dan ruang pameran.
 

Baca juga: Inspirasi Cara Memajang Karya Seni yang Kreatif dan Unik untuk Rumah Anda
 

Fasilitas super lengkap
Desain gedung Perpustakaan UI, karya DCM Indonesia, via inhabitat.com

Desain gedung Perpustakaan UI, karya DCM Indonesia, via inhabitat.com
 

Sejak awal, perpustakaan yang diklaim terbesar di Asia ini menawarkan konsep multifungsi dan sesuai dengan tuntutan zaman. Maka dari itu, perpustakaan ini juga menghadirkan berbagai fasilitas seperti toko buku, coffee shop, restoran, kantor pos, bank, dan sebagainya. Ini menjadikan perpustakaan UI tak hanya sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga pusat kegiatan mahasiswa untuk berinteraksi. Seru sekali, bukan!

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Shabrina Alfari

Shasa was born in Jakarta 9th April 1994. She graduated from University of Indonesia in 2016, majored in German Language and Studies. She really loves to read about anything, from novel, fiction, poets and etc. After graduated, she enjoys writing about many different topics and now she currently works as a Content Writer.



Promo Brand
NEW