Desain Rumah Kotak Minimalis Dengan Breeze Wall Terakota yang Memukau

Desain Rumah Kotak Minimalis Dengan Breeze Wall Terakota yang Memukau | Foto artikel Arsitag

Desain rumah kotak di Lembang, Jawa Barat, karya Eben, via Arsitag.com
 

Rumah kotak minimalis yang berada di Lembang, Jawa Barat ini berukuran 50m2 dan berdiri di atas lahan seluas 300m2. Rumah yang dirancang tim arsitek Eben ini terdiri dari satu ruang tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga. Selain ruang-ruang tersebut, bangunan ini dirancang terhubung dengan sebuah teras berukuran besar yang bisa menampung hingga 10 orang. Dari luar, rumah kotak sungguh unik dan menyita perhatian berkat penggunaan breeze wall terakota.

Breeze Wall Terakota
Warna terakota yang kontras dengan dinding putih, karya Eben, via Arsitag.com

Warna terakota yang kontras dengan dinding putih, karya Eben, via Arsitag.com
 

Batu bata yang terbuat dari tanah liat, lalu mengalami proses pembakaran, memiliki warna yang begitu khas yakni warna cokelat keoranyean. Warna inilah yang disebut juga dengan istilah terakota. Nah, desain rumah kotak minimalis ini memanfaatkan batu bata sebagai breeze wall.  Breeze wall terakota ini sangat kontras dengan warna putih polos dinding beton rumah kotak. Breeze wall terakota pun jadi tampak sangat menonjol dan sekaligus memukau.

Breeze wall berbentuk kotak, karya Eben, via Arsitag.com

Breeze wall berbentuk kotak, karya Eben, via Arsitag.com
 

Sebagai breeze wall, batu bata tidak ditata rapat melainkan berongga. Mengikuti bentuk rumah, breeze wall juga dibuat berbentuk kotak. Bukan sekedar dekorasi semata, fasad bata minimalis ini berfungsi sebagai secondary skin yang menahan hantaman angin yang cukup kencang, terutama di daerah pegunungan. Namun, tidak mengeblok seluruhnya, dinding “roster” ini justru membuat angin masih dapat berembus sepoi-sepoi mendinginkan rumah. Selain itu, breeze wall juga berfungsi melindungi paparan cahaya dan panas matahari yang berlebihan. Breeze wall ini dirancang pula untuk melindungi bagian rumah kotak yang terbuka, yakni pintu depan dan teras yang berada di samping.

Breeze wall yang berfungsi sebagai secondary skin, karya Eben, via Arsitag.com

Breeze wall yang berfungsi sebagai secondary skin, karya Eben, via Arsitag.com
 

Baca juga: Arsitektur Rumah Minimalis dengan Permainan Tekstur Material yang Cantik
 

Teras Besar Bernuansa Terakota
Teras besar di samping rumah, karya Eben, via Arsitag.com

Teras besar di samping rumah, karya Eben, via Arsitag.com
 

Teras besar yang bisa menampung hingga 10 orang berada di bagian samping rumah. Teras besar ini memiliki view sempurna, yakni hijaunya pemandangan alam di pegunungan. Dari teras besar pemandangan alam terlihat semakin indah berkat keberadaan breeze wall yang menjadi frame untuk view istimewa tersebut.

Meja kayu yang serasi dengan nuansa terakota, karya Eben, via Arsitag.com

Meja kayu yang serasi dengan nuansa terakota, karya Eben, via Arsitag.com
 

Melengkapi nuansa warna terakota,  sebuah meja kayu berukuran besar dengan warna natural diletakkan di bagian tengah teras. Sedangkan, bagian atap dipilih dari material transparan yang bisa meneruskan cahaya matahari tanpa menyilaukan. Suasana alam benar-benar bisa dinikmati dengan maksimal di teras besar ini.

Bukaan breeze wall pada salah satu sisi teras besar, karya Eben, via Arsitag.com

Bukaan breeze wall pada salah satu sisi teras besar, karya Eben, via Arsitag.com
 

Baca juga: Arsitektur Rumah Unik yang Menghadirkan Suasana Kampung dan Alam
 

Ruang Keluarga yang Terhubung dengan Teras Bernuansa Terakota
Ruang keluarga yang diterangi cahaya alami, karya Eben, via Arsitag.com

Ruang keluarga yang diterangi cahaya alami, karya Eben, via Arsitag.com
 

Di rumah minimalis 1 lantai ini, ruang keluarga menjadi salah satu ruangan yang begitu kaya akan cahaya alami. Melimpahnya cahaya alami tak lain merupakan efek dari penggunaan breeze wall terakota. Bukaan-bukaan lebar ditambahkan pada ruang keluarga tanpa khawatir privasi penghuni terganggu. Sebab, keberadaan breeze wall sekaligus berfungsi melindungi privasi penghuninya. Selain itu, pemilihan material atap transparan untuk teras besar yang bersebelahan dengan ruang keluarga juga mendukung berlimpahnya cahaya alami di ruangan ini.

Ruang keluarga dan teras yang saling terhubung, karya Eben, via Arsitag.com

Ruang keluarga dan teras yang saling terhubung, karya Eben, via Arsitag.com
 

Di rumah kotak minimalis ini, tim arsitek Eben merancang ruang keluarga bisa sewaktu-waktu terhubung langsung dengan teras besar yang berada di samping rumah. Ketika semua pintu dibuka lebar-lebar, para penghuni rumah bisa merasakan kebersamaan meski berada di ruangan yang berbeda. Mereka yang berada di ruang keluarga pun bisa menikmati pemandangan alam dari dalam ruangan. Menarik, bukan?

Nah, penggunaan breeze wall terakota seperti di rumah kotak minimalis ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin memiliki desain rumah unik sekaligus aman terlindungi. Nuansa terakota memberi kesan natural yang memukau. Warna terakota ini sangat cocok bersanding dengan material kayu dan dekorasi hijau. Jadi, apakah Anda tertarik mengaplikasikannya di hunian Anda?

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Puji Lestari

Penulis lepas yang telah menulis beragam artikel dengan berbagai tema. Senang menulis dengan ide yang kreatif, informatif, dan bermanfaat.



Hubungi ARSITAG