Desain Rumah Minimalis Mungil dengan Dinding Mural Unik

Desain Rumah Minimalis Mungil dengan Dinding Mural Unik | Foto artikel Arsitag
Rumah mungil dengan model dinding papan kayu mendatar menampilkan fasad unik, karya Studio Mahati, via arsitag.com
 

Rumah minimalis mungil yang tengah tren saat ini diproyeksikan akan terus berkembang. Sebagai bentuk adaptasi dengan perkembangan tersebut, para desainer terus mengembangkan berbagai ide untuk membuat tampilan rumah menjadi lebih menarik dan nyaman. Aplikasi mural dalam porsi yang tepat dan tidak berlebihan menjadi salah satu pilihan untuk menghadirkan tampilan unik, seperti yang dapat ditemukan dalam rumah minimalis mungil hasil karya Studio Mahati ini. 

Konsep Niwa dan Visual Connector
Taman super mungil dengan beberapa pot gantung sebagai visual connector, karya Studio Mahati, via arsitag.com

Taman super mungil dengan beberapa pot gantung sebagai visual connector, karya Studio Mahati, via arsitag.com
 

Rumah minimalis mungil ini menerapkan konsep “Niwa”. Niwa berasal dari bahasa Jepang, yaitu dalam sebuah hunian, dibuat sebuah area yang menjadi “visual connector” atau penghubung antara semua ruangan lain. Visual connector dalam hunian yang berlokasi di Yogyakarta ini dihadirkan dalam bentuk taman mungil dengan bukaan atap. Perpindahan dari satu ruangan ke ruangan lain, mau tidak mau akan melewati area ini. Bukaan atap pada taman indoor kecil ini juga menjadi sumber masuknya cahaya matahari yang kemudian menyebar ke seluruh ruangan lain.
 

Baca juga: Renovasi Rumah Kuno Jadi Super Cantik dan Elegan

Area niwa terlihat dari ruang tamu atau ruang keluarga, karya Studio Mahati, via arsitag.com

Area niwa terlihat dari ruang tamu atau ruang keluarga, karya Studio Mahati, via arsitag.com
 

Dari sudut pandang lain, area yang menjadi visual connector ini memiliki fitur tambahan lain berupa kerai gulung yang tertata dengan rapi pada salah satu sisi. Cukup dengan menarik tali yang ada, kerai akan turun dan menutupi area taman kecil di dalam rumah mungil tersebut. Tepat di atas kerai terdapat jendela kaca dan lubang ventilasi yang menjadi sumber pertukaran udara sehingga hawa tidak terasa panas di siang hari.

Dinding Mural yang Unik di Dapur dan Ruang Makan
Dinding mural ala pedesaan untuk menghidupkan suasana ruangan, karya Studio Mahati, via arsitag.com

Dinding mural ala pedesaan untuk menghidupkan suasana ruangan, karya Studio Mahati, via arsitag.com
 

Dinding mural yang unik menjadi focal point dalam dapur dan ruang makan di rumah mungil minimalis yang satu ini. Mural dengan tema pedesaan lengkap dengan rumah dan pepohonan dalam balutan warna hitam putih, memberikan atmosfer ruangan yang fun dan nyaman. Proporsi mural dihadirkan secara pas, tidak berlebihan, dan tidak mendominasi seluruh ruangan.

Warna hitam putih dari mural kemudian menyatu dengan manis dengan ruangan yang didominasi warna abu-abu dan cokelat kayu lembut yang super ringan. Untuk pencahayaan, terdapat 2 lampu pendant tepat di atas meja makan yang menjadi sumber penerangan utama. Sekaligus sebagai accent lighting untuk memberi penerangan khusus pada sebuah lukisan yang dipajang di atas kabinet dapur.

Sentuhan Pola Geometri di Ruang Tamu
Pengaturan lantai keramik berpola yang menyerupai karpet, karya Studio Mahati, via arsitag.com

Pengaturan lantai keramik berpola yang menyerupai karpet, karya Studio Mahati, via arsitag.com
 

Ruang tamu sekaligus ruang keluarga menjadi ruang pertama yang Anda temukan begitu masuk ke dalam rumah minimalis mungil ini. Hal menarik dari ruangan ini adalah pola lantai yang dipilih dan dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk ilusi seperti sebuah karpet lantai panjang.

Pola geometri pada lantai keramik ini terlihat sangat kontras dengan lantai lainnya yang berwarna abu-abu lembut. Sebuah pot tanaman hijau di sisi ruangan memberi kesan segar dan sejuk, serta menjadi pop of color di tengah dominasi warna netral. Sementara itu, penerangan alami untuk ruangan ini berasal dari berbagai sumber. Mulai dari area Niwa serta jendela kaca yang berada di samping dan atas pintu.

Kamar Tidur yang Nyaman untuk Semua
Kamar tidur utama dengan oversized headboard, karya Studio Mahati, via arsitag.com

Kamar tidur utama dengan oversized headboard, karya Studio Mahati, via arsitag.com
 

Rumah minimalis mungil ini memiliki dua kamar tidur, yaitu satu kamar tidur utama dan satu kamar tidur dengan tempat tidur tingkat. Kamar tidur utama terdiri dari satu king size bed, lemari, rak gantung, dan meja tempat tidur. Warna putih dan cokelat kayu gelap menjadi warna utama dari kamar ini. Selain lukisan di atas headboard, tidak ada dekorasi lain dalam ruangan.
 

Baca juga: 5 Aspek yang Mungkin Belum Masuk Perencanaan Renovasi Rumah Anda

Tempat tidur tingkat untuk menyediakan akomadasi lebih pada ruangan yang super mungil, karya Studio Mahati, via arsitag.com

Tempat tidur tingkat untuk menyediakan akomadasi lebih pada ruangan yang super mungil, karya Studio Mahati, via arsitag.com
 

Kamar satunya lagi dilengkapi tempat tidur tingkat dan terbilang sangat mungil. Tempat tidur dan sebuah lemari kecil menjadi furnitur utama dalam ruangan tanpa ada tambahan ruang ekstra. Fungsionalitas menjadi aspek utama, tanpa mengesampingkan kenyamanan.

Meskipun taman indoor kecil terbilang memakan space rumah mungil yang terbatas, namun tentu sepadan dengan manfaat kesejukan yang diberikan. Selain itu, cukup pertahankan barang yang benar-benar dibutuhkan saja agar menjaga rumah mungil tetap tampak rapi. Kesan lapang, bersih, dan tertata sangat penting untuk mewujukan gaya hidup dalam rumah mungil yang tidak sumpek.

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Rahayu Lestariasih

Seorang Penulis lepas selama lebih dari 5 tahun dan telah menulis berbagai jenis artikel dengan topik yang berbeda. Menyukai dunia freelance yang dinamis