Ini yang Harus Diperhatikan dalam Desain Child Care

Ini yang Harus Diperhatikan dalam Desain Child Care | Foto artikel Arsitag
Cover: Child care (Sumber: www.stayathomemum.com.au)

Child care atau day care merupakan lembaga penitipan anak yang dapat menggantikan peran orang tua dalam merawat dan mengasuh anak saat orang tua sedang bekerja atau tidak berada di rumah. Di day care anak juga bisa belajar agar lebih mandiri dan juga bersosialisasi lebih baik dengan lingkungan sekitar. Day care juga ditunjang dengan fasilitas dan kegiatan yang mendukung perkembangan anak.

Contoh desain interior day care (Sumber: pinterest.com)

Contoh desain interior day care (Sumber: pinterest.com)

Kegiatan di day care juga sama dengan kegiatan sehari-hari anak di rumah, seperti bermain, makan, tidur, dan mandi. Di beberapa day care juga ada kegiatan menonton, bernyanyi, dan berolahraga. Akan tetapi, permainan anak di day care biasanya lebih terarah. Jadi, anak tidak merasa terbebani dan tetap merasa senang karena bermain sambil belajar. Anak juga bisa belajar toleransi karena semua mainan dan benda di day care digunakan secara bergantian dan bersama-sama.

Contoh desain interior day care (Sumber: www.designbuild-network.com)

Contoh desain interior day care (Sumber: www.designbuild-network.com)

Apakah Anda sedang berencana untuk mendirikan day care? Desain interior day care bukan hanya sekedar soal warna, motif, dan furnitur yang lucu-lucu saja. Selain dengan bantuan dari seorang desainer interior, Anda harus mengetahui banyak hal sebelum mendesain interior day care. Simak penjelasannya berikut ini.

Ruangan yang luas menjadi faktor penting desain child care (Sumber: www.freshittips.com)

Ruangan yang luas menjadi faktor penting desain child care (Sumber: www.freshittips.com)

Day care untuk anak-anak mulai usia 4 tahun

  1. Harus ada batas visual yang membatasi mana ruang belajar dan mana ruang bermain. Dengan begini, anak-anak akan tahu di mana dia boleh dan tidak boleh bermain. Pisahkan rak, karpet, atau perlengkapan yang agak besar misalnya akuarium. Setiap area belajar harus dipisahkan, misalnya dengan peletakan benda khas area tersebut.

  2. Susun setiap ruangan untuk mencegah anak-anak berlarian. Zona seperti lorong bisa membuat anak-anak senang berlari jauh.

  3. Area bermain warna, seni, pasir, dan air harus menggunakan alas lantai ubin dan memiliki wastafel, agar anak-anak mudah membersihkan diri.

  4. Letakkan perkakas sesuai jangkauan penglihatan anak-anak. Perkakas yang dipakai oleh anak-anak seperti mainan diletakkan secara berkelompok dalam kotak, keranjang, atau wadah yang berlabel.

  5. Hindari adanya ruangan yang membuat pengawas tidak bisa melihat anak-anak.

  6. Pisahkan mana ruang permainan yang ramai dan mana ruang tenang sehingga anak-anak bisa belajar saling menghargai.

  7. Siapkan ruangan yang sunyi dan tenang untuk anak-anak yang sedang ingin menyendiri.

  8. Letakkan semua kebutuhan anak-anak di tempat yang bisa mereka jangkau, mulai dari celemek (untuk bermain pasir atau cat), tisu, sikat gigi, tempat sampah, dan sebagainya, untuk melatih kemandirian mereka.

Area bermain yang lengkap (Sumber: www.high-profile.com)
Area bermain yang lengkap (Sumber: www.high-profile.com)

Day care untuk bayi dan anak usia 3 tahun ke bawah

  1. Ranjang bayi hendaknya saling berjauhan, tidak boleh sampai bersentuhan, demi alasan kesehatan.

  2. Area bermain para bayi harus terpisah dari area ranjang bayi agar tidak ada bayi yang menggoyang-goyang ranjang. Area bermain ini harus memungkinkan para bayi untuk merangkak dan berkeliling dengan aman.

  3. Utamakan keamanan dan keselamatan. Pastikan setiap furnitur dan peralatan yang digunakan durable dan cukup kuat jika didorong oleh bayi. Ruang kelas harus berisi benda-benda yang aman untuk bayi.

  4. Semua ruangan harus bisa terlihat. Gunakan cermin untuk memantau ruangan yang sulit dilihat.

  5. Atur ranjang bayi di ruangan yang jarang ada lalu lalang orang lewat. Perhitungkan pola lalu lintas yang akan terjadi. Kira-kira di mana saja area yang akan sering dilalui.

  6. Meja mengganti popok harus menghadap ke ruang kelas agar penjaga bisa memantau aktivitas balita.

  7. Rancang ruangan yang memberi kesempatan para balita untuk mengeksplorasi kemampuannya, mulai kemampuan penginderaan, menangkap informasi, sampai kemampuan motorik.

Contoh desain interior child care (Sumber: domusstudio.com)

Contoh desain interior child care (Sumber: domusstudio.com)

Untuk mendesain day care memang tidak boleh sembarangan. Nah, apakah Anda sudah mulai memilih desainer interior untuk merancang desain ruangannya? Atau sudah mulai merencanakan akan dibuat seperti apa interiornya nanti? Jika Anda ingin berkonsultasi gratis mengenai proyek day care Anda atau Anda sedang ingin mencari arsitek dan desainer interior, kunjungi Arsitag.com

Baca juga:

  1. Bagaimana Cara Mendesain Kamar Tidur Anak Yang Lucu Dan Ceria
  2. Perlengkapan Kamar Bayi: Apa Saja Yang Diperlukan?
  3. Menata Kamar Tidur Anak Dalam dalam 7 Hari

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Shabrina Alfari

Shasa was born in Jakarta 9th April 1994. She graduated from University of Indonesia in 2016, majored in German Language and Studies. She really loves to read about anything, from novel, fiction, poets and etc. After graduated, she enjoys writing about many different topics and now she currently works as a Content Writer.