Kalkulator Biaya Bangun Rumah Terkini 2023

Kalkulator Biaya Bangun Rumah Terkini 2023 | Foto artikel Arsitag

Ilustrasi kalkulator, via Freepik
 

Budgeting sangat penting saat proses membangun rumah untuk menghitung pengeluaran yang dibutuhkan.

Ada berbagai faktor yang memengaruhi biaya membangun rumah seperti luas bangunan, jumlah lantai, jumlah ruangan, jenis material, hingga lokasi rumah.

Nah, untuk estimasi biaya bangun rumah yang dibutuhkan untuk hunian impian, Anda bisa menggunakan kalkulator untuk menghitung biaya bangun rumah terkini dalam artikel ini.

1. Biaya Pembelian Lahan Tanah

Sebelum Anda mulai proses pembangunan rumah impian, pastinya Anda perlu mencari lahan di lokasi terbaik.

Saat ingin membeli tanah untuk bangun rumah, mungkin Anda berpikir bahwa setelah menyepakati harga tanah, maka urusan pembelian tanah akan selesai. Padahal, tidak sesederhana itu. Ada sejumlah biaya yang timbul dari jual beli tanah. Biaya ini ditanggung oleh penjual dan pembeli sesuai kesepakatan.

Pertama, ada uang jasa untuk PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah), termasuk di dalamnya biaya saksi. Jumlah biaya PPAT ini tidak boleh melebihi 1% dari harga transaksi.

Selanjutnya, ada biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang merupakan pajak peralihan tanah dan bangunan yang ditanggung pembeli. Besaran paling tinggi adalah 5% dari nilai transaksi.

Kemudian, ada juga tarif untuk proses balik nama. Rumusnya: T + (1% x Nilai Tanah) + Rp 50.000.

Selanjutnya, ada biaya pelayanan informasi untuk nilai tanah sebesar Rp 50.000 dan biaya pengecekan sertifikat sebesar Rp 50.000.
 

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Renovasi Rumah Lama
 

2. Biaya Desain Rumah
Desain rumah minimalis karya Hadivincent Architects, via Arsitag

Desain rumah minimalis karya Hadivincent Architects, via Arsitag
 

Terkadang, owner kerap merasa tidak memerlukan biaya desain rumah dari profesional dengan alasan menghemat budget. Padahal, arsitek atau profesional lain bisa membantu Anda menghemat biaya pembangunan karena mereka memiliki pemahaman yang mumpuni mengenai proses desain dan bangun rumah. Anda pun bisa berkonsultasi dan arsitek akan menyesuaikan budget Anda sesuai dengan luas bangunan.

Di Indonesia sendiri, ada dua macam cara menentukan besaran biaya desain (design fee). Cara pertama adalah dihitung per meter persegi. Ini adalah cara yang lebih banyak digunakan. Cara kedua adalah dihitung berdasarkan persentase dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) total bangunan.

Kisaran biaya desain untuk arsitek per meter persegi adalah sekitar 100 ribu hingga 3 juta rupiah per meternya. Perbedaan harga ini tergantung pada pengalaman dan skill dari masing-masing arsitek. Jadi, semakin berpengalaman, harganya juga akan semakin mahal.

Cara kedua adalah berdasarkan persentase biaya konstruksi. Persentase fee arsitek juga berbeda-beda, tergantung pada kategori bangunan yang dikerjakan. Keunggulan dari metode pembayaran persentase adalah pemilik proyek bisa langsung “terima jadi” dan langsung membayar di akhir saat biaya bangunan telah diketahui jumlahnya. Namun, metode ini memiliki kekurangan yaitu biaya bangun rumah bisa saja membesar di akhir karena tidak ada biaya yang fix di awal.

Pelajari lebih lanjut tentang biaya desain rumah terbaru di sini.

3. Biaya Konstruksi Rumah Per Meter Persegi
Konstruksi rumah minimalis IF House, karya Mandoruma, via Arsitag

Konstruksi rumah minimalis IF House, karya Mandoruma, via Arsitag
 

Membangun rumah sendiri tanpa bantuan kontraktor biasanya menimbulkan biaya-biaya yang tak terduga. Anda harus mencari tukang/tenaga kerja sendiri (dengan sistem atau sistem borongan) yang mungkin belum Anda ketahui kualitasnya dan Anda juga harus membeli dan menghitung sendiri biaya material bangunan yang dibutuhkan. Lain halnya jika Anda menggunakan kontraktor. Dengan kontraktor, semua yang dibutuhkan untuk bangun rumah sudah all-in. Jasa kontraktor sudah mencakup biaya tenaga kerja dan material bangunan.

Pelajari lebih lanjut tentang biaya kontraktor terbaru di sini.

Lalu, bagaimana dengan biaya konstruksi rumah? Besarnya biaya bangun rumah ini juga tergantung dengan desain rumah dan jenis material yang Anda inginkan. Berikut adalah perkiraan biaya rumah per meter:

-  Biaya bangun rumah sederhana: Rp 2,5 - 5  juta/meter persegi

-  Biaya bangun rumah menengah: > Rp 5 - 10 juta/meter persegi

-  Biaya bangun rumah mewah: > Rp 10 juta/meter persegi

3a. Biaya Pekerjaan Struktur

Biaya pekerjaan struktur bangunan meliputi perhitungan pekerjaan untuk pondasi, tiang atau kolom, balok, dinding, atap, cor lantai, dan tangga.

Untuk pondasi, biasanya harga pembuatan pondasi rumah dihitung bersasarkan volume pondasi. Contoh biaya untuk volume pondasi 1 m3 yang sudah termasuk material dan tukang adalah sekitar Rp 632.000.

Untuk tiang dan kolom, satuan hitung untuk pengerjaannya adalah m3. Upah pekerja pembuat beton kolom bervariasi tergantung pada daerah Anda masing-masing. Contoh perhitungan harga satuan pekerjaan beton kolom 13/13 per 1 m3 yang sudah termasuk cor, besi beton, dan upah tukang mencapai sekitar Rp 3.500.000,-

Selanjutnya untuk pemasangan dinding, biaya yang dihitung adalah biaya untuk 1 m2. Biaya itu untuk material seperti semen, batu bata, pasir, dan upah pekerja. Biaya pemasangan dinding berkisar antara Rp 70.000 - Rp 150.000/meter persegi.

Biaya pemasangan cor dak lantai beton per m2 juga bervariasi tergantung pada harga bahan material beton dan ongkos tukang. Biasanya harganya berkisar antara Rp 700.000 - Rp 1.000.000.

Terakhir yang tak kalah penting adalah bagian atap. Harga pembuatan atap sangat bergantung pada material yang Anda gunakan. Ada beberapa pilihan yang bisa disesuaikan dengan dana dan selera orang yaitu kayu, beton, atau baja ringan. Atap menggunakan baja ringan umumnya lebih murah.

Pelajari lebih lanjut tentang biaya pekerjaan struktur terbaru di sini.

3b. Biaya Pekerjaan Finishing

Setelah struktur rumah dibangun dengan sempurna, maka tahap selanjutnya adalah finishing. Proses finishing ini termasuk pada lantai seperti pemasangan keramik, marmer, parket, pintu-pintu, dan sebagainya. Kemudian, pemasangan pintu, plafon, kanopi, dan sebagainya.

Biaya pekerjaan finishing dapat menyesuaikan dengan material dan detail yang Anda inginkan. Apabila Anda menginginkan banyak detail, tentunya harga yang dibutuhkan akan semakin mahal.

3c. Biaya Pekerjaan MEP (Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing)

Dalam pembangunan rumah atau bangunan lainnya, pekerjaan MEP atau Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing sangat penting untuk diperhatikan.

Pekerjaan mekanikal adalah pekerjaan yang berhubungan dengan alat mesin besar, seperti lift dan eskalator untuk gedung besar, AC, serta pemasangan pompa air, dan instalasi penunjang lainnya.

Sedangkan, pekerjaan elektrikal merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan instalasi listrik. Pekerjaan elektrikal ini mencakup panel TM & Transformer, kabel daya tegangan menengah, panel listrik tegangan rendah, panel distribusi box, kabel daya listrik, tegangan rendah, lampu penerangan, saklar, stop kontak, kabel instalasi penerangan, dan sistem penangkal petir.

Adapun plumbing adalah pekerjaan instalasi pipa air bersih dan air kotor. 

Pelajari lebih lanjut tentang biaya pekerjaan MEP terbaru di sini.

4. Biaya Lain-lain (Bila Perlu)

Selain bangunan rumah yang cantik, tentu Anda juga menginginkan lingkungan yang baik untuk rumah Anda. Hal ini termasuk taman, kolam renang, dan dekorasi interior yang menarik. Nah, berikut adalah perhitungan biaya lain-lain yang bisa Anda pertimbangkan.

4a. Biaya Desain dan Konstruksi Lanskap (Taman dan/atau Kolam Renang)
Taman dan kolam renang, karya Wastu Cipta Parama, via Arsitag

Taman dan kolam renang, karya Wastu Cipta Parama, via Arsitag
 

Taman dan kolam renang di rumah impian membutuhkan sentuhan dari para ahli agar bisa mendapatkan konsep serta rancangan yang matang. Biaya yang dibutuhkan untuk pelayanan jasa konsultasi arsitek lanskap dibagi menjadi 4 metode perhitungan tarif pelayanan (fee design) yang sering digunakan dalam ruang lingkup jasa pelayanan konsultasi arsitek lanskap, yaitu:

l. Persentase: fee arsitek lanskap sekitar 7.5% - 10% dari jumlah rencana anggaran biaya (RAB);

2. Waktu: lamanya waktu pengerjaan dikalikan dengan harga satuan tarif/jam seorang arsitek lanskap. Besaran tarif per jam ditentukan oleh pengalaman arsitek tersebut;

3.  Lumpsum fee: kesepakatan kedua belah pihak dengan mempertimbangkan waktu, luas proyek, biaya, serta tingkat kesulitan proyek;

4. Retainer fee: kesepakatan antara klien dan pihak arsitek untuk melakukan pekerjaan dalam jangka waktu tertentu.

Pelajari lebih lanjut tentang biaya desainer lanskap di sini.

Selanjutnya, Anda perlu memperhitungkan biaya komponen dan elemen yang ingin digunakan pada taman atau kolam renang. Biaya ini tidaklah berpatokan kepada ukuran m2, melainkan pada elemen apa saja yang ingin ditambahkan.

Beberapa elemen yang mungkin ingin Anda tambahkan pada lanskap adalah rumput, bunga, pohon palem, pohon peneduh, tanaman perdu, tanaman rambat, kolam, kerikil, hingga gazebo.

Pelajari lebih lanjut tentang biaya komponen lanskap di sini.

4b. Biaya Desain dan Pemasangan Special Lighting
Special lighting di rumah karya DP+HS Architects, via Arsitag

Special lighting di rumah karya DP+HS Architects, via Arsitag
 

Lain halnya dengan pekerjaan MEP standar yang hanya mencakup pemasangan kabel-kabel, lampu biasa, dan colokan listrik, special lighting adalah pemasangan lighting khusus yang didesain oleh desainer atau arsitek spesialis lighting. Pemasangan special lighting ini bertujuan untuk memberikan nuansa yang lebih spesial dan mewah pada interior, eskterior, atau taman rumah layaknya seperti yang ada di hotel, mal, atau resort.

4c. Biaya Desain dan Kontruksi Interior
Interior apartemen, karya Metaphor, via Arsitag

Interior apartemen, karya Metaphor, via Arsitag
 

Biaya desain dan konstruksi interior adalah dua hal yang berbeda. Pertama-tama Anda membutuhkan biaya untuk jasa desain interior oleh desainer interior. Setelah itu, Anda juga perlu memperhitungkan biaya konstruksi atau pemasangan untuk interior. Agar lebih paham perbedaan keduanya, mari kita bahas satu per satu.

Biaya jasa desain interior dibagi ke dalam tiga cara pembayaran, yaitu:

l. Hitung per meter persegi: beberapa desainer memasang tarif jasa berdasarkan hitungan per meter persegi luas ruangan. Untuk di Jakarta, rata-rata harga jasa desainer interior yang sudah tersertifikasi berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 4.000.000 per meter persegi

2. Persentase: ada pula beberapa desainer yang memasang tarif berdasarkan persentase dari total biaya produksi. Rata-rata persentasenya sekitar 2% hingga 5% dari total biaya produksi yang telah disepakati.

3.  Hanya menjual jasa desain: ada juga desainer yang hanya memasang tarif untuk biaya gambar desain ruangan saja. Harga ini ditetapkan juga tergantung pada seberapa rumit rancangan yang dibuat. Semakin rumit desain yang dibutuhkan, maka harganya juga semakin mahal. Ada baiknya, Anda menunjukkan beberapa referensi contoh desain yang diinginkan, untuk memudahkan desainer memahami permintaan Anda.

Pelajari lebih lanjut tentang biaya jasa desainer interior terkait di sini.

Selanjutnya, ada biaya pekerjaan atau konstruksi interior. Harga pemasangan atau konstruksi interior meliputi biaya pemasangan tangga, wallpaper, karpet, pengecatan, pemasangan dapur, partisi, lemari, wardrobe, dan sebagainya. Perlu diingat harga pemasangan atau konstruksi interior belum termasuk biaya material yang digunakan.

Pelajari lebih lanjut tentang biaya konstruksi atau pemasangan interior di sini.

5. Biaya Tak Terduga (Kontingensi): 25% dari Total Perhitungan Biaya Bangun Rumah

Selain biaya-biaya yang sudah disebutkan di atas, Anda juga perlu mempersiapkan biaya kontingensi. Biaya kontingensi adalah biaya cadangan atau perkiraan biaya untuk mengantisipasi kondisi yang tidak pasti. Biaya kontingensi biasanya ditetapkan sebesar 25% dari total perhitungan biaya bangun yang sudah direncakan di awal.
 

Baca juga: Hal yang Penting untuk Diketahui Saat Menggunakan Jasa Arsitek, Desainer Interior, dan Kontraktor
 

6. Contoh Biaya Membangun Rumah

Agar Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas, Anda bisa melihat contoh cara menghitung biaya bangun rumah berdasarkan tipe rumah di bawah ini.

6a. Contoh menghitung biaya bangun rumah tipe 36 (36 m2)
Kalkulator Biaya Bangun Rumah Terkini 2023

6b. Contoh menghitung biaya bangun rumah tipe 90 (90 m2, 2 lantai)
Kalkulator Biaya Bangun Rumah Terkini 2023

6c. Contoh menghitung biaya bangun rumah mewah (300 m2, 3 lantai)
Disclaimer: contoh biaya bangun rumah di sini hanya berdasarkan asumsi umum pada saat artikel ini diperbarui. (Update: Februari 2023) . Harga asli dapat berbeda tergantung pada situasi dan kondisi pasar. Konsultasikan budget Anda dengan ahli profesional di sini

Disclaimer: contoh biaya bangun rumah di sini hanya berdasarkan asumsi umum pada saat artikel ini diperbarui. (Update: Februari 2023) . Harga asli dapat berbeda tergantung pada situasi dan kondisi pasar. Konsultasikan budget Anda dengan ahli profesional di sini

AUTHOR

Shabrina Alfari

Shasa lahir di Jakarta 9 April 1994. Lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 2016, Shasa mengambil jurusan Bahasa dan Studi Jerman. Dia sangat suka membaca tentang apa saja, dari novel, fiksi, penyair dan lain-lain. Setelah lulus, Shasa suka menulis tentang berbagai topik dan sekarang bekerja sebagai Content Writer.