Omah Kawung:Inspirasi Sentuhan Etnik Tradisional untuk Hunian Modern yang Mempesona

Omah Kawung:Inspirasi Sentuhan Etnik Tradisional untuk Hunian Modern yang Mempesona | Foto artikel Arsitag
Cover : Omah Kawung, hunian modern yang sarat sentuhan etnik tradisional (Sumber: arsitag.com)
 

Banyak orang mulai melupakan arsitektur etnik tradisional dengan alasan sudah tidak cocok dan sulit diterapkan di zaman modern ini. Sebagian orang lagi menganggapnya kuno, bahkan seringkali merendahkan gaya arsitektur ini. Padahal, desain tradisional justru pantas mendapat acungan jempol karena mampu menunjukkan jati diri dan karakternya di tengah laju perkembangan zaman.

Kekuatan karakter, eksotisme, dan keunikan etnik tradisional untuk hunian modern ternyata sangat mempesona. Pesona ini dapat kita lihat dalam desain Omah Kawung karya Imron Yusuf.

EksteriorEksterior Omah Kawung di Jagakarsakarya imron yusuf-ifd architects tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)
 

Omah Kawung dibangun di lahan seluas 1000 m2 di Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan luas bangunan 650 m2. Sentuhan etnik tradisional pada gaya arsitektur rumah kontemporer, sudah terasa mulai tampilan eksterior-nya. Façade bangunan didominasi material alami kayu dan batu alam. Perpaduan unsur alam dengan material logam, seperti baja dan tembaga, menjadikan Omah Kawung hunian modern yang mempesona. Keindahan tampilan façadenya yang eksotik membuat rumah ini tampak seperti sebuah resort yang sangat nyaman.  

Omah Kawung dibangun di lahan seluas 1000 m2 di Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan luas bangunan 650 m2. Sentuhan etnik tradisional pada gaya arsitektur rumah kontemporer, sudah terasa mulai tampilan eksterior-nya. Façade bangunan didominasi material alami kayu dan batu alam. Perpaduan unsur alam dengan material logam, seperti baja dan tembaga, menjadikan Omah Kawung hunian modern yang mempesona. Keindahan tampilan façadenya yang eksotik membuat rumah ini tampak seperti sebuah resort yang sangat nyaman.
Ruang makan Omah Kawung dengan dominasi unsur kayu berpadu dengan
lantai granit dan jendela kaca berukuran besar (Sumber: arsitag.com)

 

Pola kawung jawa menjadi aksen yang menciptakan karakter unik di hunian tropis modern ini. Motif batik kawung berpola bulat mirip buah kawung, sejenis kelapa atau yang lebih dikenal sebagai kolang-kaling. Ada pula yang mengartikan motif kawung menyerupai bunga teratai dengan empat lembar daun bunga yang merekah yang disusun berjajar, sebagai perlambang umur panjang dan kesucian.

Zaman dahulu, motif batik kawung hanya digunakan di kalangan kerajaan. Pejabat kerajaan yang mengenakan motif kawung mencerminkan kepribadian pemimpin yang mampu mengendalikan hawa nafsu dan menjaga hati nurani agar tercipta keseimbangan dalam perilaku kehidupan manusia. Dalam perkembangannya, motif kawung mengandung makna keinginan dan usaha keras untuk mendapatkan hasil berlipat ganda, sambil dibarengi kesabaran, sikap hemat, teliti, dan tidak boros.

Zaman dahulu, motif batik kawung hanya digunakan di kalangan kerajaan. Pejabat kerajaan yang mengenakan motif kawung mencerminkan kepribadian pemimpin yang mampu mengendalikan hawa nafsu dan menjaga hati nurani agar tercipta keseimbangan dalam perilaku kehidupan manusia. Dalam perkembangannya, motif kawung mengandung makna keinginan dan usaha keras untuk mendapatkan hasil berlipat ganda, sambil dibarengi kesabaran, sikap hemat, teliti, dan tidak boros.
Kenyamanan eksotisme tropis di kamar tidur (Sumber: arsitag.com)
 

Kenyamanan sentuhan etnik tradisional sangat terasa di kamar tidur Omah Kawung. Plafon yang tersusun dari rangka kayu atap, kusen dan jalusi kayu, lantai kayu, serta perabotan kayu, berpadu serasi dalam memberikan kenyamanan alami di hunian modern ini.

Kenyamanan sentuhan etnik tradisional sangat terasa di kamar tidur Omah Kawung. Plafon yang tersusun dari rangka kayu atap, kusen dan jalusi kayu, lantai kayu, serta perabotan kayu, berpadu serasi dalam memberikan kenyamanan alami di hunian modern ini.
Dinding pembatas tangga dengan motif kawaung yang mempesona (Sumber: arsitag.com)
 

Motif kawung juga diterapkan pada detail dinding pembatas tangga. Sengaja dibuat terukir menembus di kedua sisi, menjadi dekorasi interior yang eksotis dengan keindahan cahaya bermotif kawung. Setiap detail kawung yang terukir menunjukkan ketekunan yang tetap harus diterapkan di zaman apapun, menjadi jembatan antara tradisional dan modern.

Motif kawung juga diterapkan pada detail dinding pembatas tangga. Sengaja dibuat terukir menembus di kedua sisi, menjadi dekorasi interior yang eksotis dengan keindahan cahaya bermotif kawung. Setiap detail kawung yang terukir menunjukkan ketekunan yang tetap harus diterapkan di zaman apapun, menjadi jembatan antara tradisional dan modern.
Motif kawung yang cantik pada dinding void (Sumber: arsitag.com)
 

Perpaduan sentuhan etnik tradisional dengan unsur modern ditampilkan secara cerdik pada dinding void di lantai dua. Motif kawung pada potongan papan tampil apik bersama rangka-rangka besi. Perpaduan kayu dan besi juga diterapkan pada kusen jendela dengan rangka besi dan kayu serta jalusi kayu di bagian bawah.

Kamar mandi dengan berbagai fixture modern tampil mempesona dengan dinding bermotif kawung sebagai focal point yang catchy. Kamar mandi shower didesain dengan atap terbuka, seolah-olah beratapkan langit, seperti masyarakat zaman dahulu mandi di bawah pancuran. Sebuah konsep yang masih bisa diterapkan di hunian modern, unik, dan tetap keren.

 

Kamar mandi dengan berbagai fixture modern tampil mempesona dengan dinding bermotif kawung sebagai focal point yang catchy. Kamar mandi shower didesain dengan atap terbuka, seolah-olah beratapkan langit, seperti masyarakat zaman dahulu mandi di bawah pancuran. Sebuah konsep yang masih bisa diterapkan di hunian modern, unik, dan tetap keren.
 

Kamar mandi dengan berbagai fixture modern tampil mempesona dengan dinding bermotif kawung sebagai focal point yang catchy. Kamar mandi shower didesain dengan atap terbuka, seolah-olah beratapkan langit, seperti masyarakat zaman dahulu mandi di bawah pancuran. Sebuah konsep yang masih bisa diterapkan di hunian modern, unik, dan tetap keren.
Koridor bermandikan cahaya dengan motif kawung (Sumber: arsitag.com)
 

Di Omah Kawung, motif kawung bertebaran di mana-mana, bahkan di koridor. Sebagian atap koridor ditutup dengan motif kawung yang diposisikan pada area tertentu, untuk memberikan efek bayangan yang indah di lantai koridornya.

BalkonBalkon dengan dinding roster bermotif kawung (Sumber: arsitag.com)
 

Motif kawung, motif sederhana yang kaya makna, bukanlah motif kuno yang sudah boleh dilupakan. Eksistensinya dalam hunian modern memberikan nilai tambah dalam karya arsitektur masa kini. Penerapannya tidak hanya sebagai aksesoris semata, tetapi keseluruhan elemen dapat menerapkan motif kawung. Omah Kawung menjadi contoh relevansi sentuhan etnik tradisional untuk hunian modern. Sebuah karya arsitektur yang bijaksana tidak melupakan kekayaan alam dan kekayaan budaya tradisional maupun modern, memposisikan dirinya sebagai sebuah karya mempesona yang tak lekang oleh waktu.

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.