Membangun Rumah Tahap 7: Desain Skematik

Membangun Rumah Tahap 7: Desain Skematik | Foto artikel Arsitag

Desain Skematik terbentuk dari konsep desain yang telah dibuat arsitek berdasarkan kebutuhan dan keinginan klien. Pada tahap ini, arsitek menyusun pola dan gubahan bentuk arsitektur yang diwujudkan dalam gambar-gambar. Nilai fungsional bangunan ditampilkan dalam bentuk diagram-diagram. Aspek kualitatif lainnya, serta aspek kuantitatif seperti perkiraan luas lantai, informasi penggunaan bahan, sistem konstruksi, biaya, dan waktu pelaksanaan pembangunan disajikan dalam bentuk laporan tertulis maupun gambar-gambar. Pada intinya, desain skematik adalah proses yang dilakukan arsitek dengan menyajikan gambar-gambar sketsa bangunan (baik manual maupun digital) untuk memperlihatkan bahwa arsitek benar-benar telah memahami arahan dan keinginan klien yang berkaitan dengan fungsi dan estetika bentuk bangunan.  

Berikut ini contoh desain skematik

Kabin Fallingwater (pemenang ketiga kompetisi desain arsitektural ‘Fallingwater Cabin Design’) 

Lokasi               : Mills Run, Pennsylvania

Arsite k             : Tom Kundig, Stephen Yamada-Heidner, Alan Maskin

Konsep desain  : Ecotone (arsitektur ekologi hutan dan padang rumput)

Waktu Desain    : 12 Juni-22 Agustus 2010

Tujuan dibuatnya desain skematik ini adalah sebagai bahan diskusi dengan klien untuk mengetahui apakah sang arsitek telah benar-benar menangkap keinginan klien dan dapat menerjemahkannya dalam desain bangunan.

Desain Skematik tata ruang dan view Kabin Fallingwater (Sumber: acidadebranca.tumblr.com)

Desain Skematik tata ruang dan view Kabin Fallingwater (Sumber: acidadebranca.tumblr.com)

Desain Skematik dibuat agar klien memperoleh pengertian yang tepat atas program dan konsep rancangan yang telah dirumuskan arsitek. Dalam desain skematik, arsitek akan menyajikan pola dan gubahan bentuk rancangan yang tepat, waktu pembangunan yang paling singkat, serta biaya yang paling ekonomis. 

Skematik view Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

Skematik view Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

Skematik sirkulasi udara dan akses Kabin Fallingwater (Sumber:  olsonkundig.com)

Skematik sirkulasi udara dan akses Kabin Fallingwater (Sumber:  olsonkundig.com)

Desain skematik juga akan semakin mengintegrasikan konsep desain dengan pengaruh bangunan terhadap kelayakan lingkungannya, serta menunjukkan keselarasan dan keterpaduan konsep desain terhadap ketentuan Rencana Tata Kota agar mendapat perizinan pembangunan.

Perletakan bangunan Kabin Fallingwater dalam tapak (Sumber: olsonkundig.com)

Perletakan bangunan Kabin Fallingwater dalam tapak (Sumber: olsonkundig.com)

Desain Skematik perletakan bangunan Kabin Fallingwater dalam tapak (Sumber: olsonkundig.com)

Desain Skematik perletakan bangunan Kabin Fallingwater dalam tapak (Sumber: olsonkundig.com)

Outline penggunaan bahan bangunan pada Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

Outline penggunaan bahan bangunan pada Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

Outline penuangan konsep ecotone pada tapak Kabin Falling Water karya Tom Kundig (Sumber: olsonkundig.com)

Outline penuangan konsep ecotone pada tapak Kabin Falling Water karya Tom Kundig (Sumber: olsonkundig.com)  

Desain skematik dapat berupa gambar skematik yang belum detail / outline tentang tapak bangunan, denah, bentuk bangunan (tampak/fasad), potongan awal, atau pun berupa model 3D baik secara digital maupun maket studi agar klien lebih mudah membayangkan “calon” bangunannya. 

Maket studi Kabin Fallingwater (Sumber:  pinterest.com)

Maket studi Kabin Fallingwater (Sumber:  pinterest.com)

Gambar-gambar ini belum detail karena baru desain permulaan yang hendak menunjukkan :

sirkulasi bangunan

yaitu akses pintu keluar masuk tapak, bangunan, dan ruang-ruang di dalamnya

Desain Skematik Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

Desain Skematik Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

hubungan antar ruang

termasuk perletakan ruang dan alasan perletakannya

Desain Tata Ruang dan Denah Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

Desain Tata Ruang dan Denah Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)                                                   

Besaran ruang

yang masih bisa disesuaikan dengan fungsi, kapasitas, dan ukuran yang diinginkan

Autocad 3D interior Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

Autocad 3D interior Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

Dalam tahap ini, klien masih dapat mengajukan perubahan-perubahan major (besar) bila desain belum sesuai yang diharapkan. 

Impresi bangunan

atau kesan yang ingin ditimbulkan dari bentuk dan style bangunan

Kabin Fallingwater berada di padang rumput dengan latar belakang hutan (Sumber: olsonkundig.com)

Kabin Fallingwater berada di padang rumput dengan latar belakang hutan (Sumber: olsonkundig.com)

Bila tahap desain skematik telah diperiksa dan disetujui,  klien sebaiknya tidak meminta perubahan besar lagi.  Apabila tetap ingin mengajukan perubahan setelah kesepakatan tahap ini, maka arsitek berhak mengajukan biaya tambahan untuk perubahan yang diajukan.

Outline denah dan tampak muka Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

Outline denah dan tampak muka Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

Maka, pada tahap desain skematik ini klien harus benar-benar mantap dengan konsep desain yang dituangkan dalam bentuk skematik oleh arsitek.

Model 3D tampak samping potongan Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

Model 3D tampak samping potongan Kabin Fallingwater (Sumber: olsonkundig.com)

Setelah desain skematik diperiksa dan mendapat persetujuan dari klien, arsitek akan melakukan kegiatan tahap selanjutnya, yaitu design development  (pengembangan desain).


[1] Sumber: iai-jakarta.org, diakeses tanggal 8 Desember 2016.

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.