Delapan Gram: Tempat Nongkrong Kaum Milenial Bernuansa Industrial Minimalis

Delapan Gram: Tempat Nongkrong Kaum Milenial Bernuansa Industrial Minimalis | Foto artikel Arsitag
Suasana Delapan Gram, tempat nongkrong kaum milenial di Pluit Karang Barat, Jakarta Utara (Sumber: arsitag.com)

 

Judul artikel ini sudah sangat spesifik menjelaskan Delapan Gram sebagai tempat nongkrong kaum milenial yang bergaya industrial minimalis; jelas seperti layaknya pola pikir kaum milenial yang selalu ingin menunjukkan jati dirinya sebagai generasi masa kini yang terus berkembang.

Gaya industrial minimalis sendiri menjadi perpaduan dua gaya yang menarik. Gaya industrial yang mengedepankan ekspos bahan, struktur, dan instalasi berpadu serasi dengan gaya minimalis yang mengedepankan fungsi. Keduanya menciptakan keindahan yang fungsional dan berkarakter.

Bagaimana kolaborasi CO Associates sebagai desainer dan Fine Team Studio sebagai kontraktor menciptakan Delapan Gram sebagai tempat nongkrong yang asyik untuk kaum milenial? Mari kita intip desainnya!
 

1. Tempat Nongkrong dengan Eksterior yang Menarik
 

Sebagai wajah bangunan, terutama bangunan komersial, eksterior berperan sangat penting untuk menarik pengunjung. Façade yang unik membuat sebuah bangunan mudah dikenal dan dikenang. Apalagi di era digital dengan keinginan mendapatkan foto yang instagrammable supaya tetap eksis, desain yang unik sudah menjadi keharusan.
 

Baca juga: Desain Ruangan Galeri Seni yang Keren dan Instagrammable
 

Façade Delapan GramFaçade Delapan Gram di waktu malam (Sumber: arsitag.com)
 

Walau terbuat dari bahan sederhana, façade Delapan Gram sangat menarik. Kombinasi batu bata, acian semen, batu kali pipih, dan kerikil putih berpadu serasi. Semua bahan menonjolkan keindahan karakter masing-masing, berpadu beriringan, sambil saling menguatkan gaya desain yang diusungnya.

Acian semen dengan warna abu-abu yang menjadi pelekat antar batu bata dan menutupi sebagian dinding bata memberi kesan industrial yang kuat. Garis-garis batu bata ekspos menjadi jembatan gaya industrial dan minimalis. Batu kali pipih dan kerikil (gravel) mempersatukan bangunan dengan alam, sekaligus memberikan kesan nyaman dan ‘mengundang’. Apalagi, ditambah teknik pencahayaan yang tepat, façade tampak lebih memukau.
 

Tampilan eksterior Delapan Gram di siang hari (Sumber: arsitag.com)Tampilan eksterior Delapan Gram di siang hari (Sumber: arsitag.com)
 

Di siang hari, warna terakota batu bata dan hitam batu kali kontras dengan warna abu-abu semen yang menyilaukan, memberi keteduhan di tengah panasnya lingkungan dekat laut di Pluit Karang Barat, Jakarta Utara.  
 

2. Pintu Masuk yang Fokus pada Tujuan
 

Sesuai namanya, pintu masuk ditujukan sebagai akses masuk ke sebuah ruang. Sempitnya lahan tidak menjadi halangan untuk menghasilkan solusi desain yang cerdas. Jalur masuk utama Delapan Gram hanya selebar 1 m, tetapi dengan cerdik, perancangnya memanfaatkan keleluasaan langit untuk menciptakan area masuk yang lebih terbuka dan lega. 
 

Sesuai namanya, pintu masuk ditujukan sebagai akses masuk ke sebuah ruang. Sempitnya lahan tidak menjadi halangan untuk menghasilkan solusi desain yang cerdas. Jalur masuk utama Delapan Gram hanya selebar 1 m, tetapi dengan cerdik, perancangnya memanfaatkan keleluasaan langit untuk menciptakan area masuk yang lebih terbuka dan lega.
Pintu masuk dengan akses yang hemat ruang dan optimal (Sumber: arsitag.com)
 

Kanopi convertible dipilih untuk menaungi carport  yang telah diubah menjadi café teras. Kanopi ini fleksibel, jadi mudah mengatur luas permukaan yang dinaungi. Di saat tidak hujan dan di malam hari yang cerah, kanopi akan diatur seminim mungkin agar bisa menikmati langit penuh bertabur bintang di bawah cahaya bulan purnama. Saat siang hari yang panas atau di saat hujan, kanopi dimaksimalkan agar dapat menaungi teras.

Tembok yang berbatasan dengan tetangga dibuat setinggi 3 m untuk kejelasan kepemilikan area, menjaga privasi tamu  yang datang, sekaligus meredam suara agar tidak mengganggu tetangga. Bahan alam sengaja dipilih agar terlihat lebih menyatu dengan alam dan membuat teras terasa lebih lega secara visual. Jalan masuk dibatasi tembok dengan tetangga dan tembok bata setengah. Walau alur masuknya jelas dan terarah ke pintu masuk utama, tetapi tetap menyatu dengan keseluruhan area café di teras.
 

3. Café yang Nyaman di Teras
 

Walau mungil, selebar 2,5 m, Delapan Gram memiliki café di teras yang mampu menampung cukup banyak pengunjung. Meja dan kursi yang ramping dengan bahan yang didominasi logam memperkuat kesan industrial.
 

Café di teras yang asyik untuk tempat nonkrong bernuansa industrial minimalis (Sumber: arsitag.com)Café di teras yang asyik untuk tempat nonkrong bernuansa industrial minimalis (Sumber: arsitag.com)
 

Taman minimalis mungil dengan dua pohon ketapang kencana yang susunan daunnya menyerupai payung terbuka yang tersusun terbalik, beralaskan bunga bakung air mancur (Hymenocallis caroliniana), memberi keteduhan dan kesejukan.  

4. Tata Pencahayaan Bergaya Industrial Minimalis



4. Tata Pencahayaan Bergaya Industrial Minimalis
Tata pencahayaan untuk tempat nongkrong yang asyik (Sumber: arsitag.com)
 

Sebenarnya, konsep pencahayaannya sederhana, menerangi, dan menarik. Namun, perpaduan warna bahan dan warna lampu, serta perletakannya yang tepat, membuat semua elemen tampak berkilau.
 

5. Area Transisi Outdoor dan Indoor yang Menyatu

5. Area Transisi Outdoor dan Indoor yang Menyatu
Area transisi yang menyatukan indoor dan outdoor (Sumber: arsitag.com)
 

Pintu kayu dengan kaca menampilkan keindahan karakter dan warna kayu yang alami. Dengan warna coklat yang sedikit lebih gelap dari warna terakota bata, pintu ini menjelaskan posisinya sebagai pintu utama. Pintu dan jendela biru muda di sebelahnya menjadi akses ke café di teras. Jendela diposisikan 80 cm dari lantai untuk memberi kejelasan pandangan dari dalam ke luar dan sebaliknya, sekaligus menambah luas ruang secara visual.  
 

6. Desain Interior Tempat Nongkrong Bernuansa Industrial Minimalis

Desain industrial dengan ekspos batu bata yang simpel, namun memukau (Sumber: arsitag.com)Desain industrial dengan ekspos batu bata yang simpel, namun memukau (Sumber: arsitag.com)
 

Mungil bukan berarti keterbatasan desain. Perpaduan bahan, warna, dan perletakan yang tepat mampu menciptakan desain yang memukau dan nyaman. Meja receptionist dan dapur mungil diposisikan tepat setelah pintu utama agar lebih mudah melayani pembeli di dalam dan di luar Delapan Gram. Tanaman rambat di dinding ekspos bata memberi warna pada ruang, menciptakan kenyamanan dari kealamian yang disajikan. Ekspos bata, struktur, dan instalasi listrik menjadi elemen dekorasi interior. Rak berbahan kombinasi kayu dan besi digantung dari langit-langit, berpadu dengan keramik lantai motif mediteranian. Keduanya menjadi penanda area pelayanan di tengah ruang open-plan yang didominasi bahan bata, kayu, dan beton.
 

Baca juga: Ingin punya rumah bergaya industrial minimalis? Lihat karya Woso Studio berikut ini!
 

7. Ekspos Detail Bahan yang Memukau
 

7. Ekspos Detail Bahan yang Memukau
Delapan Gram, kolaborasi Fine Team Studio dan CO Associates tahun 2017 (Sumber: arsitag.com)   
 

Dinding bata ekspos dengan coakan, lengkap dengan rangka besi, seolah belum rampung. Bahan bata berdampingan dengan acian semen pada lantai, langit-langit, dan sebagian dinding. Kedua bahan ini menjadi unsur utama pembentuk nuansa industrial minimalis.

Meja-meja kayu yang simpel menghemat ruang sekaligus memperkuat gaya minimalis. Kursi stool kaki empat dengan alas duduk berbentuk lingkaran, serasi dengan warna abu-abu semen. Bentuknya yang melingkar menciptakan kesan dinamis.
 

8. Pemanfaatan Ruang Secara Optimal

8. Pemanfaatan Ruang Secara Optimal
Selasar mungil yang menarik (Sumber: arsitag.com)
 

Dalam dunia arsitektur, sudah ada standardisasi dimensi ruang yang dibutuhkan untuk melakukan suatu kegiatan. Secara pelaksanaannya, standardisasi ini perlu didukung desain yang tepat agar tampak nyaman. Selasar menuju bagian belakang termasuk toilet pengunjung, memang hanya selebar 80 cm, namun tampak lebih lega dari ukuran sebenarnya. Kombinasi acian semen dengan ekspos bata menciptakan kedinamisan ruang yang secara visual terasa lebih luas. Pencahayaan yang cukup juga ikut andil membuat suasana selasar lebih nyaman.
 

Baca juga: 8 Ide Desain Agar Selasar Tidak Membosankan
 

9. Totalitas Desain yang Imajinatif

9. Totalitas Desain yang Imajinatif
Toilet mungil bergaya industrial minimalis (Sumber: arsitag. com)
 

Sebuah karya bisa diakui sebagai hasil terbaik jika dalam perancangannya benar-benar dipikirkan secara tekun.

Sebuah karya bisa diakui sebagai hasil terbaik jika dalam perancangannya benar-benar dipikirkan secara tekun.
desain menjadikan desain sederhana tampil memukau (Sumber: arsitag.com)
 

 

Delapan Gram memberikan kenyamanan kepada pengunjungnya bahkan sampai ke toilet. Pola keramik lantai menciptakan ruang dinamis yang terasa luas. Lis kayu menyatukan keramik dinding motif kotak-kotak kecil dengan dinding acian semen.

Delapan Gram, tempat nongkrong kaum milenial bernuansa industrial minimalis (Sumber: arsitag.com)Delapan Gram, tempat nongkrong kaum milenial bernuansa industrial minimalis (Sumber: arsitag.com)
 

Tempat nongkrong kaum milenial akan banyak pengunjungnya jika menghadirkan suasana nyaman yang membuat betah, dengan desain unik dan menarik yang instagrammable. Totalitas desain dengan memanfaatkan keindahan karakter bahan, serta penyatuan bahan-bahan itu untuk saling mendukung gaya desain, akan menciptakan sebuah karya yang diakui publik.

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.