Inspirasi Desain Taman Mungil yang Cantik dan Menyejukan rumah Anda

Inspirasi Desain Taman Mungil yang Cantik dan Menyejukan rumah Anda | Foto artikel Arsitag
terra e tuma arquitetos // archdaily.com
 

Menurut Geoffrey Broadbent, ahli dan pengajar arsitektur dalam bukunya yang berjudul Design in Architecture (1973), proses desain arsitektur sekurang-kurangnya memiliki empat proses, yakni pragmatis, analogi, ikonis, dan kanonis. Jika pendekatan pragmatis mengimplikasikan pengukuran, analogis berdasarkan kemiripan, dan ikonis mengacu pada simbol, sedangkan kanonis menitikberatkan aturan baku. Kali ini Arsitag akan fokus dalam proses kanonis ketika merencanakan desain taman.

Kanonis sendiri diartikan sebagai geometri, sistem proporsi, modul, dan tatanan. Sebuah tatanan ruang sangat dibutuhkan dalam perencanaan arsitektur, termasuk tata hijau. Menempatkan tata hijau, dapat membantu dalam penghawaan alami dalam rumah. Punya lahan terbatas tak menjadi penghalang untuk tetap memiliki taman mungil yang cantik. Berikut ini beberapa ide desain untuk taman mungil yang cantik dan dapat menyejukkan rumah Anda.

Daun Mekar sebagai Inner Court
Studio In Sonoma Mork Ulnes Architects // archdaily.com

Studio In Sonoma Mork Ulnes Architects // archdaily.com
 

Dua ruang yang berdekatan digabungkan untuk menciptakan rumah modern berikut ini. Ruangan dirancang dengan formasi yang tidak biasa, lantaran masing-masing dikelilingi oleh taman di tengahnya. Ketika pagar pembatas antara dua taman telah dihilangkan, efeknya dapat membuat ruang tengah menjadi sebuah ruang kosong. Visual daun-daun besar berdampak memberikan volume di dalam ruangan.

Tanaman Gantung pada Void
Terra e Tuma Architects // archdaily.com

Terra e Tuma Architects // archdaily.com
 

Void rumah adalah ruang kosong terbuka yang terletak ditengah-tengah konstruksi antardua lantai. Kehadiran void rumah pada dasarnya bukanlah sekadar untuk pemanis atau memberikan sentuhan estetis pada rumah saja. Ada banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan penghuni apabila memiliki void dalam elemen bangunannya. Sebuah penghawaan alami diharapkan akan tercipta pada void melalui kehadiran tanaman gantung di tengahnya. Anda bisa menggantung tanaman pada plafon dengan pot ringan dan tidak berbahaya. Pilihlah tanaman rambat dan berbentuk mekar yang dapat menjadikan rumah Anda nyaman dari penempatan taman mungil yang cantik.

Taman sebagai Terapi Visual
Park Plus Associates // archdaily.com

Park Plus Associates // archdaily.com
 

Menciptakan vista atau pemandangan pada sebuah ruangan adalah alternatif dalam bentuk estetika desain. Misalnya saja dengan membuat sebuah taman mini yang berhadapan langsung dengan jendela kamar mandi. Hal ini dapat membentuk visualisasi panca indra yang menenangkan. Anda bisa berelaksasi dan memanjakan diri dengan berendam di bathtub sambil menikmati hijaunya taman.

Baca juga: Ini Manfaat Pencahayaan Alami dalam Rumah, Simak 5 Desain Jendelanya via IDN Times
 

Tanaman Perdu Berwarna pada Halaman Rumah
Olson Kundig // archdaily.com

Olson Kundig // archdaily.com
 

Di sisi depan, fitur air menyeimbangkan kekokohan bentuk bangunan. Ditambah kehadiran pohon semakin melengkapi elemen alam. Taman mini yang berupa tanaman perdu juga hadir mencerahkan sekeliling rumah. Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Ageratum houstonianum ini adalah tanaman berbunga dari Amerika Tengah dan Meksiko. Bunganya menyerupai bonggol-bonggol dengan bulu-bulu halus berwarna lavender yang akan mempercantik halaman rumah Anda.

Vertical Garden
Spacefiction Studio // archdaily.com

Spacefiction Studio // archdaily.com
 

Vertical garden merupakan taman yang dibangun pada bidang yang berdiri tegak lurus dengan tanah. Hal inilah yang membuat vertical garden sering juga disebut dengan model taman dinding. Vertical garden sendiri sering disebut sebagai taman dinding, green wall, vertical landscape, atauliving wall. Taman tegak lurus ini menjadi taman mini ditemani dengan lahan kecil berumput pada sisi dapur. Letak taman di dalam rumah menjadikannya seolah sebagai jantung rumah yang menebarkan kesejukan kepada seisi ruangan.

Baca juga: Inspirasi Taman Vertikal Sederhana untuk Rumah di Lahan Sempit 
 

Taman Mengelilingi Koridor
Evelyn Muller // archdaily.com

Evelyn Muller // archdaily.com
 

Taman yang mengelilingi sebuah pelataran dapat berfungsi juga menjadi pagar ruang terbuka. Taman ini memberikan suasana menyejukan dengan tambahan ornamen luar ruang seperti kursi gantung. Hal terbaik tentang taman kecil adalah menciptakan sudut yang nyaman. Penting sekali mempertimbangkan ukuran area ketika memilih jenis tanaman. Sedangkan dari segi warna, dedaunan hijau yang gelap paling baik digunakan di kebun yang berukuran lebih besar sebagai penghias halaman.

Taman Mungil dengan Pohon
Sai Architectural design // archdaily.com

Sai Architectural design // archdaily.com
 

Taman tak harus ramai. Satu pohon dengan rerumputan saja sudah membantu menghadirkan atmosfer alami pada rumah. Terciptanya ruang hijau di samping rumah bisa menemani Anda bersantai sambil menyeduh teh hangat.

Pelataran dengan Taman Rumput
Tallerdarquitectura // archdaily.com

Tallerdarquitectura // archdaily.com
 

Sebuah jendela besar dengan taman di belakang rumah dapat memberikan pencahayaan alami bagi ruang di dalamnya. Taman rumput nan hijau terlihat apik dengan penanaman merata pada pelataran rumah. Menyuguhkan kesejukan dan kesegaran bagi penghuni serta menyempurnakan eksterior dengan elemen alami.  

Sisa atau kelebihan tanah di rumah paling pas dijadikan area taman sebagai sarana penyejuk ruangan. Tak harus di lahan yang luas, sebuah taman gantung bahkan dimungkinkan dan mampu memberikan oase dalam rumah. Jangan ragu untuk menerapkan inspirasi berikut dan sesuaikan dengan area yang tersedia. Sentuhan tanaman tidak akan pernah mengecewakan Anda yang menginginkan kesegaran di rumah.

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Ajeng Herdiana

Lulusan Teknik Arsitektur 2019 ini menyukai dunia penulisan sejak di bangku SMP dan senang belajar Arsitektur dalam bentuk narasi. Selama kuliah, Ajeng aktif menjadi Ketua Jurnalis di Artur Magazine Universitas Mercu Buana. Dengan menulis, ia percaya bahwa sebuah kata bisa bermakna untuk kehidupan yang panjang, seperti kalimat yang menjadi pegangan hidupnya yaitu “ Tiada daya dan upaya melainkan pertolongan Allah”.