White Cliff: Pesona Rumah Minimalis Cantik di Lereng Bukit

White Cliff: Pesona Rumah Minimalis Cantik di Lereng Bukit | Foto artikel Arsitag
Eksterior White Cliff (Sumber: arsitag.com)

 

Lereng bukit dengan kesegaran alam dan keindahan topografinya memiliki potensi sekaligus tantangan tersendiri dalam desain. Bagi sebagian orang, memiliki lahan yang ketinggiannya berbeda akan menyulitkan dan perataan tanah dengan diurug menjadi solusinya. Padahal, keadaan tanah yang unik ini justru menguntungkan terutama dari segi struktural karena dua atau tiga lantai dengan ketinggian yang berbeda, sebenarnya hanya berada di lantai dasar.

Setiap massa bangunan di bagian bawahnya menjadi penguat struktur tanah di bagian atasnya. Setiap bagian massa memiliki view yang berbeda dengan potensi penghawaan dan pencahayaan alami yang baik.

Penyatuan dan pemanfaatan lingkungan tapak lereng bukit telah dibuktikan dengan baik lewat karya RDMA, White Cliff, sebuah rumah di Cidadap, Jawa Barat. Seperti apa realisasi dan pesona rumah minimalis cantik di lereng bukit di Bandung ini? Mari kita jelajahi desainnya!
 

Baca juga: Membangun Rumah Tahap 4: Analisis Site/Tapak Bangunan
 

1. Rumah Minimalis Cantik di Lahan yang Unik
 

Awalnya, rumah ini menjadi bagian dari deretan rumah di lereng bukit dengan desain semodel hasil pengembangan developer. Massa bangunan awal tetap dipertahankan dengan beberapa renovasi untuk sirkulasi udara dan pencahayaan agar rumah terasa lebih nyaman dan lega.

Rumah minimalis cantik di lereng bukit di Bandung (Sumber: arsitag.com)Rumah minimalis cantik di lereng bukit di Bandung (Sumber: arsitag.com)

 

White Cliff dibangun tahun 2015, berdiri di lahan 6,5 m x 25 m dengan kemiringan 300 dan luas bangunan 212 m2. Sebenarnya, rumah minimalis ini terdiri dari 2 massa bangunan di lantai dasar untuk rumah singgah dan 1 bangunan dua lantai untuk tempat tinggal pemiliknya. Kontur lahan yang unik menciptakan perbedaan ketinggian 10 m antara façade massa di kontur bawah dengan atas.

White Cliff dibangun tahun 2015, berdiri di lahan 6,5 m x 25 m dengan kemiringan 300 dan luas bangunan 212 m2. Sebenarnya, rumah minimalis ini terdiri dari 2 massa bangunan di lantai dasar untuk rumah singgah dan 1 bangunan dua lantai untuk tempat tinggal pemiliknya. Kontur lahan yang unik menciptakan perbedaan ketinggian 10 m antara façade massa di kontur bawah dengan atas.
Rumah minimalis dengan balkon (Sumber: arsitag.com)

 

Perbedaan kontur ini memang menyulitkan namun sekaligus menjadi kekuatan untuk menciptakan desain yang unik dengan tema kebersatuan dan interaksi antara bangunan dengan keadaan dan keindahan lingkungan.

2. Perpaduan Konsep Arsitektur dengan Teknik Terasering
 

Teknik terasering yang biasanya dipakai untuk persawahan dan perkebunan di lereng bukit, ternyata juga bisa diaplikasikan untuk desain arsitektur minimalis. Massa bangunan disusun dengan penyesuaian terhadap ketinggian kontur. Masing-masing atap setiap atap massa bangunan di kontur bagian bawah dapat difungsikan sebagai balkon massa di kontur atasnya.

Desain rumah minimalis yang menyatu dengan tapak (Sumber: arsitag.com)Desain rumah minimalis yang menyatu dengan tapak (Sumber: arsitag.com)

 

Penerapan konsep terasering memberikan keuntungan secara struktural dan desain. Akhirnya, setiap lantai memiliki balkon masing-masing.
 

3. Rumah Minimalis dengan Dua Akses Masuk
 

3. Rumah Minimalis dengan Dua Akses Masuk
Kanopi minimalis untuk carport rumah minimalis (Sumber: arsitag.com)

 

Sesuai keinginan pemiliknya yang ingin memfungsikan rumahnya sebagai tempat tinggal pribadi sekaligus bed and breakfast, rumah ini memiliki dua akses masuk. Akses untuk tamu di jalan bawah menuju massa bangunan di kontur bawah dan akses pribadi di jalan atas menuju massa bangunan 2 lantai di kontur atas.
 

Sesuai keinginan pemiliknya yang ingin memfungsikan rumahnya sebagai tempat tinggal pribadi sekaligus bed and breakfast, rumah ini memiliki dua akses masuk. Akses untuk tamu di jalan bawah menuju massa bangunan di kontur bawah dan akses pribadi di jalan atas menuju massa bangunan 2 lantai di kontur atas.
Tata cahaya yang baik untuk eksterior rumah minimalis cantik (Sumber: arsitag.com)

 

Akses masuk penghuni dibatasi pagar dengan carport yang dinaungi kanopi minimalis berhiaskan tanaman lee kuan yeuw. Kesan minimalis kontemporer sangat terasa dari dominasi garis horizontal dengan rangka garis vertikal pada façadenya. Keindahan lampu di malam hari membuat eksterior rumah karya  Michael Marino, Noerhadi, Aris Edson, dan Daddy K. Putra ini semakin apik dan keren.

Akses masuk penghuni dibatasi pagar dengan carport yang dinaungi kanopi minimalis berhiaskan tanaman lee kuan yeuw. Kesan minimalis kontemporer sangat terasa dari dominasi garis horizontal dengan rangka garis vertikal pada façadenya. Keindahan lampu di malam hari membuat eksterior rumah karya  Michael Marino, Noerhadi, Aris Edson, dan Daddy K. Putra ini semakin apik dan keren.
Home Sweet Home untuk konsep bed and breakfast yang nyaman (Sumber: arsitag.com)

 

Akses masuk untuk penginapan tidak dibatasi pagar. Tangga dengan anak-anak tangga yang disoroti lampu menjadi awalan yang cantik dan menarik untuk memasuki penginapan. Tampilan façade didominasi garis horizontal dan vertikal menciptakan tampilan minimalis yang menawan. Warna abu-abu beton dan batu alam menciptakan kealamian yang menyatu dengan alam.

Kesederhanaan yang indah dari tanaman minimalis Spanish dagger (Yucca gloriosa) atau tombak raja menjadi pemecah kemonotonan warna putih. Tinggi tanaman rumpun ini bisa mencapai 2 m lebih dan secara visual bisa dijadikan penghubung antar lantai.
 

Baca juga: Jenis-jenis Tanaman Pelengkap Desain Interior Kekinian
 

4. Pengalaman Unik di Rumah Minimalis Cantik

Tangga sebagai akses utama rumah minimalis di lereng bukit (Sumber: arsitag.com)Tangga sebagai akses utama rumah minimalis di lereng bukit (Sumber: arsitag.com)

 

Akses antar massa bangunan berupa lorong-lorong tangga selebar 90 cm dengan sirkulasi yang baik agar perjalanan antar massa terasa lebih nyaman. Lorong tangga juga menjadi suplai udara dan pencahayaan alami untuk bangunan yang berhimpit dengan tetangga.
 

Akses antar massa bangunan berupa lorong-lorong tangga selebar 90 cm dengan sirkulasi yang baik agar perjalanan antar massa terasa lebih nyaman. Lorong tangga juga menjadi suplai udara dan pencahayaan alami untuk bangunan yang berhimpit dengan tetangga.
Tangga sebagai penghubung sekaligus akses pencahayaan dan penghawaan alami (Sumber: arsitag.com)

 

Memang, sebagian besar topografi Bandung berupa kontur turun naik. Jadi, jalan turun naik sudah biasa. Namun uniknya, pergerakan turun naik ini diterapkan di sebuah bangunan saja. Keberadaan lorong tangga di lahan selebar 6,5 m tentu saja sangat berpengaruh terhadap dimensi ruang fungsional setiap massa dan memberi pengalaman unik yang jarang ditemukan di tipe hunian lainnya.
 

5. Rumah Minimalis Sekaligus Penginapan Airbnb

Kamar tidur minimalis yang nyaman dengan akses menuju balkon yang luas (Sumber: airbnb.com)Kamar tidur minimalis yang nyaman dengan akses menuju balkon yang luas (Sumber: airbnb.com)

 

White Cliff berada di Bandung yang dikenal sebagai daerah wisata di Jawa Barat dengan keindahan alam dan kesegaran udaranya yang sejuk. Peluang ini dimanfaatkan untuk memultifungsikan rumah sekaligus menjadi penginapan.

Penginapan minimalis dengan fasilitas dapur mungil (Sumber: agoda.com)Penginapan minimalis dengan fasilitas dapur mungil (Sumber: agoda.com)

 

Ada dua lantai yang disewakan. Setiap lantai sewa menyediakan kebutuhan lengkap untuk pasangan menikah dan keluarga kecil. Kamar tidur seluas 3x4 m2 dilengkapi sebuah tempat tidur queen size dan sebuah kasur tambahan di lantai.   Setiap lantai sewa juga dilengkapi dapur mungil, sofa 2 seater, kamar mandi, dan balkon luas dengan area duduk untuk 4 orang.

Balkon minimalis yang nyaman di rumah minimalis (Sumber: airbnb.com)Balkon minimalis yang nyaman di rumah minimalis (Sumber: airbnb.com)

 

Kenyamanan sebuah hunian yang menyatu dan memanfaatkan potensi tapak dan alam sekitarnya dengan baik memang tiada taranya. Kenyamanan “Home Sweet Home” ini juga dibagikan bersama orang lain yang menginap di fasilitas bed and breakfastnya yang lengkap dan bersih.

Desain White Cliff membuktikan rumah minimalis cantik bisa diwujudkan walau di lahan dengan kontur lereng bukit yang cukup curam. Keindahan desain yang sederhana dengan konsep menyatu dengan lingkungan melahirkan karya arsitektur yang unik dan menawan.
 

Baca juga: Bagaimana Cara Mendesain Rumah Minimalis

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.



Mau bangun?