Ingin Punya Taman ala Jepang di Rumah? Pelajari Prinsip Pentingnya di Sini!

Ingin Punya Taman ala Jepang di Rumah? Pelajari Prinsip Pentingnya di Sini! | Foto artikel Arsitag
Wi Bing Tan // twistedsifter.com
 

Jepang merupakan negara yang memiliki keluhuran budaya tinggi. Kuatnya identitas budaya itu salah satunya tercermin pada karya lanskap berupa taman-tamannya. Ya, taman Jepang terbilang sangat autentik. Cukup sekilas melihatnya, orang dapat langsung mengetahui bahwa itu adalah taman bergaya Jepang. Lantas, apa yang menjadi ciri dan prinsip dasar dari taman Jepang tersebut? Bagaimana pula penerapannya untuk taman di rumah?

Prinsip Dasar Taman Jepang
Ali Attri Photography // houzz.com

Ali Attri Photography // houzz.com
 

Istilah Jepang modern untuk taman adalah “teien yang merupakan kata majemuk dari karakter Niwa Sono. “Niwa berarti alam bebas dan “sono berarti lahan yang dipagari. Berdasarkan dua kata tersebut, jelas bahwa taman dalam budaya Jepang ingin memasukkan panorama alam bebas ke dalam area rumah. Hal itu pula yang menjadi prinsip dasar dari taman Jepang, yakni miniatur alam.

Taman Jepang juga erat kaitannya dengan meditasi dan refleksi. Hal ini sangat selaras dengan prinsip miniatur alam yang diusungnya. Tak heran, ketika berada di taman bergaya Jepang, rasanya betah berlama-lama karena merasa tenang dengan pemandangan alam yang indah. 

Elemen-Elemen Utama Taman Jepang

Bagi orang Jepang, taman terbilang memiliki makna sangat penting. Taman di rumah menjadi representasi dari alam sekitar. Oleh karenanya, terdapat elemen-elemen utama yang harus ada pada sebuah taman Jepang. Elemen tersebut adalah tanaman, air, dan batu.

1.Elemen Tanaman
Zeterre Landscape Architecture // houzz.com

Zeterre Landscape Architecture // houzz.com
 

Tanaman tentunya menjadi elemen paling umum ketika membahas taman. Meskipun ada pengecualian pada satu jenis taman Jepang yakni Zen Garden, yang disebut juga sebagai “taman kering”. Namun, secara umum taman Jepang memiliki prinsip miniatur alam, sehingga keberadaan tanaman juga sangatlah penting. Jenis tanamannya sendiri beragam, dari mulai lumut, tanaman penutup tanah (ground cover), semak pendek, semak tinggi, hingga pohon. Jangan lupakan pula bahwa sering ditemui tanaman bonsai dan pohon ranting pada taman Jepang.

Baca juga: 8 Inspirasi Dekorasi Tanaman Hijau dan Bunga di Rumahvia Cantik.tempo.co
 

2.Elemen Air
Studio Tonton // arsitag.com

Studio Tonton // arsitag.com
 

Air menjadi simbol kehidupan yang penting dalam taman bergaya Jepang. Dalam budaya negeri matahari terbit itu, air juga menjadi sarana menyucikan benda-benda sebelum memasuki kawasan sakral. Air dalam taman Jepang biasa ditampilkan melalui keberadaan kolam ikan. Kolam ini menyimbolkan danau pada alam sesungguhnya. Selain itu, bisa juga diaplikasikan dalam bentuk sungai buatan ataupun air terjun buatan.  

3.Elemen Batu
Azara Landscapes // houzz.com

Azara Landscapes // houzz.com
 

Batu juga menjadi elemen alam yang harus ada pada taman Jepang. Batu bisa menjadi kerangka atau struktur taman sehingga memberi efek berbukit. Ragam jenis batu juga lumrah dipakai. Dari mulai yang berbeda ukuran, bentuk, warna, dan tekstur. Hal ini tidak terlepas dari prinsip taman Jepang itu sendiri untuk memberikan kesan alam yang utuh.

Darnestown Project // houzz.com

Darnestown Project // houzz.com
 

Selain ketiga elemen alam di atas, taman Jepang juga umumnya diisi dengan elemen-elemen olahan. Maksudnya, elemen tersebut sengaja dibuat manusia untuk mendukung fungsi taman itu sendiri. Contoh dari elemen-elemen buatan itu adalah batu setapak, jembatan, lampu, pagar, dan gerbang.

Baca juga: Desain Taman Organik dalam Apartemen yang Anti Mainstream nan Memukau
 

Tiga Jenis Taman Jepang

Menerapkan konsep taman Jepang untuk taman rumah juga bisa mengikuti tiga jenis taman Jepang yang paling dikenal. Ketiga jenis taman Jepang itu adalah tsukiyama atau tiruan pegunungan, karesansui atau taman kering, dan roji atau taman minum teh.

1.Taman Nuansa Alam Pegunungan ala Tsukiyama
Shizuoka // houzz.com

Shizuoka // houzz.com
 

Taman Tsukiyama atau Hourai-jima sangat identik dengan penjelasan sebelumnya yaitu taman tiruan alam. Namun, secara lebih spesifik, jenis taman ini lebih menonjolkan suasana alam pegunungan yang sejuk. Ciri-ciri dari taman ini adalah penuh dengan tanaman, tanahnya berkontur, diisi bebatuan alam, serta penempatan elemen air melalui kolam, sungai, atau air terjun.

2.Taman Kering ala Zen Garden Karensasui
Studio H Landscape Architecture // houzz.com

Studio H Landscape Architecture // houzz.com
 

Taman karesansui atau lebih dikenal sebagai zen garden merupakan jenis taman kering ala Jepang. Taman ini sangat unik karena menggunakan batu dan pasir sebagai elemen utama untuk menggambarkan gunung dan sungai. Ada beberapa jenis taman karensasui yaitu yang hanya dihiasi batu dan pasir, serta ada juga yang memadukannya dengan tanaman. Keduanya sama-sama menarik, termasuk untuk dicoba diterapkan pada taman rumah.

3.Roji, Taman Minum Teh ala Jepang
Iwasaki // houzz.in

Iwasaki // houzz.in
 

Budaya minum teh sangat lekat dengan Jepang. Menariknya, hal itu juga diterapkan pada taman. Taman minum teh ala Jepang dimaksudkan untuk melahirkan atmosfer yang damai dan menenangkan. Hal itu didapatkan melalui suasana alam berupa pepohonan, semak belukar, hingga tanaman pakis dan lumut. Menerapkan jenis taman ini di rumah sangat cocok untuk Anda yang gemar bersantai bersama keluarga.

Taman Jepang dengan cirinya yang sangat khas tentu sangat menarik untuk diterapkan di rumah Anda. Apalagi, karakteristik taman Jepang itu sendiri cocok untuk iklim tropis Indonesia. Sehingga bisa dengan mudah dikembangkan mengikuti kondisi lahan rumah masing-masing.

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Tarmizi

Penulis adalah lulusan Arsitektur Lanskap yang juga menggemari dunia penulisan sejak bangku kuliah. Kegemarannya ini membuat penulis aktif sebagai freelancer untuk menulis konten di berbagai website. Ilmu seni, arsitektur, dan tanaman yang didapat selama mengenyam pendidikan juga menjadi modal untuk tulisan-tulisannya.