Desain Display Area Southwestern

Foto inspirasi dan ide desain display area southwestern.


Mendesain display area toko memang membutuhkan trik tersendiri. Desain toko, selain agar memudahkan pengunjung dalam mencari dan memilih barang, juga menginginkan pengunjung betah berlama-lama sehingga meningkatkan penjualan. Selain itu, desain toko untuk retail seperti pakaian juga berbeda dengan desain toko swalayan misalnya. Berikut adalah hal yang harus Anda ketahui mengenai desain toko.


Bagaimana mendesain toko baju atau retail?

Yang harus diingat untuk mulai mendesain toko baju atau retail ialah Anda harus memikirkan mulai dari saat seseorang melangkah ke toko Anda hingga mereka memutuskan untuk keluar (atau meninggalkan toko Anda tanpa melakukan pembelian). Keputusan desain yang cerdas membuat perbedaan yang signifikan dalam hal apakah Anda berhasil menjual sesuatu kepada pelanggan Anda.


  1. Entrance


    Tempat pertama yang akan didatangi oleh pelanggan Anda ialah area antara ruang luar dan dalam toko Anda. Jika Anda memiliki toko sendiri dan berbatasan dengan jalan atau area parkir, entrance toko ialah hal yang penting. Fasad dan penampilan eksterior toko secara keseluruhan menentukan apakah calon pelanggan akan memasuki toko Anda. Kebanyakan toko menggunakan fasad kaca yang cukup lebar agar calon pelanggan dapat mengetahui sedikit apa saja yang ada di dalam toko. Penggunaan fasad kaca juga dapat memberikan kesan terbuka yang mengundang calon pelanggan untuk masuk. Untuk toko baju yang berada di pusat perbelanjaan seperti mall, penggunaan display di sisi-sisi entrance yang menghadap ke koridor ialah salah satu pilihan tepat. Yang dapat Anda letakkan pada area ini ialah contoh-contoh pemakaian produk Anda, misal penggunaan manekin untuk contoh pemakaian baju, celana, jaket dan sepatu dagangan Anda. Display ini dapat diganti sesuai keinginan Anda dan menyesuaikan dengan musim, atau dengan hari-hari besar tertentu.

  2. Area Transisi


    Area ini adalah ruang pertama yang digunakan oleh calon pelanggan ketika mereka memasuki toko Anda. Area ini juga ruang di mana pelanggan Anda melakukan transisi dari dunia luar dan pengalaman pertama apa yang Anda tawarkan. Pada titik ini, pembeli juga membuat penilaian kritis seperti seberapa murah atau mahal toko Anda atau barang yang Anda tawarkan, juga seberapa terkoordinasi pencahayaan, perlengkapan, display, dan warna Anda. Karena mereka dalam mode transisi, pelanggan lebih cenderung tidak melihat produk, papan nama, atau keranjang yang Anda tempatkan di sana. Sudah menjadi rahasia di antara pebisnis retail bahwa kebanyakan pelanggan akan datang lalu berbelok ke kanan tanpa mereka sadari. Meletakkan barang yang ingin Anda tonjolkan di sisi kanan dapat memperbesar kesempatan Anda mendapatkan penjualan. Anda akan ingin memastikan bahwa Anda menarik perhatian pelanggan dengan produk yang Anda tampilkan, baik itu produk baru atau musiman, produk bernilai tinggi, atau permintaan tinggi, atau sebagai tempat untuk menceritakan kisah produk Anda.

  3. Jalur untuk pengunjung Anda melihat-lihat


    Anda dapat menggunakan furnitur, display, rak, dan alat lain untuk menciptakan jalur yang jelas bagi pelanggan Anda melalui toko Anda. Jalur ini akan sangat bervariasi tergantung pada ukuran dan tata letak toko Anda. Namun, Anda tahu bahwa sebagian besar pelanggan secara alami akan berbelok ke kanan, sehingga Anda harus memastikan bahwa seperti yang mereka lakukan, mereka juga terus berjalan di seluruh toko Anda untuk mendapatkan informasi dan melihat keseluruhan produk Anda. Hal ini tidak hanya meningkatkan kemungkinan mereka melakukan pembelian, tetapi jalur yang dipikirkan dengan baik dapat menjadi cara yang bagus untuk mengendalikan pasang surut dan arus lalu lintas pejalan kaki di toko Anda, terlebih saat sedang ramai. Sebagian besar toko menggunakan jalur melingkar ke kanan (atau berlawanan arah jarum jam) untuk membuat pelanggan berjalan ke bagian belakang toko dan kembali ke depan. Beberapa akan membuatnya lebih mudah dengan menutupi jalan dengan tekstur yang berbeda, mengingatkan pada peribahasa "di mana mata pergi, kaki akan mengikuti." Taktik lain dalam mendesain toko yang perlu diingat adalah bahwa Anda ingin menggunakan jalur untuk memandu pelanggan Anda ke suatu tempat atau rak dagangan Anda. Jadi, misalnya, pertimbangkan untuk memasang tampilan yang menarik perhatian di ujung jalur dalam toko Anda.

  4. Display toko untuk membuat pengunjung berlama-lama dan membeli lebih


    Dengan semua waktu dan usaha yang Anda lakukan untuk benar-benar menjual produk Anda, hal terakhir yang Anda inginkan adalah agar pelanggan masuk buru-buru meninggalkan toko Anda. Hal ini pada akhirnya membatasi jumlah produk yang akan mereka beli. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menciptakan jeda yang memaksa mereka untuk berhenti. Pada dasarnya, ini dapat berupa apa saja yang memberi pelanggan jeda visual dan dapat dicapai melalui tAnda atau tampilan khusus, misal sesuai musim. Contohnya, dengan meletakkan keranjang barang-barang yang diobral dengan harga murah, membuat pengunjung mempertimbangkan untuk membeli meski bukanlah barang yang mereka cari. Sebagian besar toko baju secara efektif menggunakan apa yang disebut sebagai "pos-pos barang dagangan", yang merupakan tampilan khusus yang menampilkan produk-produk di dekat ujung atau di antara jalur-jalur. Display ini mendorong pembelian yang tidak direncanakan dan melengkapi produk yang dipajang dalam jarak dekat.

  5. Visual Merchandise


    Misal di area toko Anda tidak memiliki lorong panjang dan keseluruhan toko dapat langsung dilihat ketika masuk, penataan visual menjadi sangat penting. Kelompokkan produk dengan cara yang masuk akal dari perspektif pelanggan. Juga, ingatlah untuk menampilkan produk yang sering dicari setingkat dengan mata pelanggan, sambil menempatkan produk dengan harga lebih rendah di bawah atau di atas tingkat mata. Terakhir, Anda disarankan untuk mengganti display ini setiap minggu atau cukup sering untuk menciptakan nuansa baru yang terus menerus bagi pengunjung yang sering datang.

  6. Memastikan pengunjung nyaman berada di dalam toko


    Pelanggan wanita akan menghindari berada di lorong di mana mereka berpotensi bersenggolan bagian belakang pelanggan lain atau tersenggol pelanggan lain. Hal ini berlaku bahkan jika pelanggan sangat tertarik dengan produk tertentu. Cara mudah untuk menghindari masalah ini adalah memastikan bahwa lorong, lantai, dan display Anda memungkinkan pelanggan memiliki ruang pribadi yang lebih dari cukup saat menjelajahi produk Anda. Anda juga dapat membuat toko Anda nyaman dengan menambahkan area tunggu dengan kursi yang nyaman dan bangku untuk mendorong pelanggan menghabiskan lebih banyak waktu di toko Anda. Hal ini sangat membantu bagi pembeli yang ditemani oleh seseorang yang tidak tertarik untuk melakukan pembelian. Buatlah kursi atau bangku yang menghadap ke barang dagangan sehingga mereka masih berpikir untuk membeli, bagi mereka yang duduk-duduk di toko Anda.

  7. Area Kasir


    Jika pelanggan secara alami berbelok ke kanan ketika mereka masuk, dan Anda memandu mereka untuk berputar di sepanjang jalan, Anda akan menyadari bahwa bagian kiri depan mungkin adalah lokasi ideal untuk meja kasir Anda. Namun, keputusan ini juga tergantung pada ukuran dan tata letak toko itu sendiri, yang berarti Anda harus menggunakan penilaian terbaik Anda pada titik paling alami untuk memiliki tempat kasir tersebut. Anda juga harus ingat bahwa jika Anda menjaga toko sendirian atau tidak memiliki staf yang di toko, sangat penting untuk dapat melihat keseluruhan bagian toko dari sisi kasir.

    Tips lain yang perlu diingat ketika mendesain meja kasir di toko Anda adalah:



    • Menyediakan tempat yang cukup besar bagi pembeli untuk menempatkan tas dan / atau barang-barang pribadi mereka.
    • Manfaatkan dinding di belakang meja untuk menciptakan tampilan yang menarik. Bisa berupa nama atau identitas toko Anda.
    • Dorong pembelian impuls dengan menstok barang-barang yang diinginkan pelanggan atau yang biasanya dibutuhkan pada rak kasir.
    • Letakkan papan dengan mengajukan pertanyaan seperti "Apakah Anda dapat menemukan semua yang Anda cari?" dan papan nama terkait pertukaran atau kebijakan pengembalian uang Anda.

Bagaimana merancang toko minimalis atau toko sederhana?

Merancang toko dengan gaya minimalis akan sangat berkaitan dengan barang dagangan Anda, pemilihan warna, ornamen, serta furnitur yang akan ada di dalam toko Anda. Toko dengan gaya minimalis akan sangat cocok jika Anda menjual produk dengan karakter tertentu, yang memiliki keseragaman sehingga dapat dicocokkan dengan desain toko minimalis Anda. Toko bergaya minimalis biasanya cocok dengan dagangan berupa retail seperti pakaian dan aksesoris. Untuk toko yang menjual barang yang bervariasi, desain toko sederhana akan lebih cocok.


Yang harus diperhatikan dalam mendesain toko minimalis atau sederhana:


  1. Sesuaikan desain toko dengan karakter produk


    Toko adalah cerminan dari garis besar produk Anda. Jika Anda menjual produk dengan harga yang cukup tinggi, buatlah kesan minimalis yang elegan dalam toko Anda. Gunakan finishing yang terlihat bersih dan mengkilat, dengan ornamen, motif, dan warna yang minimal. Carilah garis besar dari produk yang Anda tawarkan dan aplikasikan dalam desain toko minimalis Anda. Misalnya jika Anda menjual produk kecantikan dengan packaging berwarna hijau, maka Anda dapat menggunakan aksen warna hijau sebagai poin utama pada desain Anda.

  2. Atur tata letak antara produk dagangan satu dengan lainnya


    Meski Anda memiliki toko kecil, atur peletakan barang-barang dagangan Anda dengan jarak yang tidak terlalu berdekatan. Berilah jarak agar setiap barang individual atau setiap kategori barang dapat terlihat baik. Peletakan yang memiliki jarak dalam desain toko kecil Anda dapat membuat toko terlihat luas dan pengunjung tidak cepat lelah dalam memilih barang-barang.

  3. Gunakan furnitur toko dengan desain yang sederhana dan rapi


    Anda dapat menggunakan rak kayu, etalase kaca, rak gantung, gantungan pakaian, dan lain-lain yang sesuai dengan produk Anda. Jika Anda menjual beraneka ragam barang, gunakan satu benang merah dalam desain furnitur toko Anda. Misalnya, seluruh furnitue menggunakan cat putih yang senada dengan dinding untuk menonjolkan produk Anda.

  4. Pastikan pengunjung merasa leluasa


    Meski Anda memiliki toko kecil dan sederhana, buatlah jalur yang membuat pengunjung nyaman memilih barang dan berbelanja di dalam toko Anda. Atur jarak lebar dalam jalur sehingga pengunjung mudah melihat-lihat dan menarik barang.

Bagaimana merancang toko kecil di rumah?

Jika Anda menggunakan rumah sebagai tempat usaha, Anda akan memiliki isu terkait privasi. Anda tentu tidak ingin ada pembeli atau pengunjung yang dapat melihat isi dalam rumah Anda. Yang perlu Anda perhatikan dalam desain toko kecil di rumah ialah batas atau sekat antara ruang toko dan ruang dalam rumah Anda. Batas ini dapat berupa partisi, dinding, atau rak yang dapat menutupi ruang dalam rumah dari pAndangan ruang toko. Merancang interior toko Anda adalah proses tanpa akhir di mana Anda dapat selalu beralih, menyesuaikan, menambahkan, atau mengubah untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang berbeda. Tetapi pada akhirnya, itulah yang ingin Anda fokuskan, agar pelanggan tidak merasa bosan. Jangan lupa untuk mengamati pelanggan Anda dan lihat apa yang mereka lihat, apa yang mereka hindari, dan bagaimana mereka bergerak, kemudian cocokkan itu dengan desain yang Anda inginkan. Jika Anda menjaga mata dan telinga Anda terbuka, Anda pasti akan menciptakan desain toko yang sama-sama menguntungkan bagi Anda dan pelanggan Anda. Jika Anda membutuhkan inspirasi untuk desain toko Anda, Anda dapat menemukan beragam desainnya di sini.