Desain Koridor Dan Lorong Transitional

Foto inspirasi dan ide desain koridor dan lorong transitional.


Koridor ialah bagian dari rumah atau bangunan yang berfungsi menghubungkan antara ruang satu dan yang lainnya. Koridor biasanya berupa lorong memanjang sebagai akses antar ruang. Koridor atau lorong biasanya tidak menjadi suatu bagian rumah yang ditonjolkan, namun desain lorong yang baik dapat memberi kesan lapang dan memberi kesatuan tema dalam bangunan.


Untuk diketahui, jenis koridor ada dua, yaitu single loaded, koridor yang berfungsi sebagai akses satu bagian sisi ruang saja, dan double loaded yang menjadi akses dua bagian sisi koridor.


Bagaimana desain koridor yang baik?

Standar desain koridor ialah sekitar 150cm untuk lebarnya agar bisa dilalui oleh dua orang. Untuk panjang koridor dapat menyesuaikan, namun koridor yang terlalu panjang tentulah tidak proporsional. Ada banyak ide dan desain di Arsitag untuk merancang koridor agar menarik dan menyenangkan untuk rumah anda.


Untuk desain koridor yang sempit dan double-loaded, beri kesan lorong menjadi lebih lapang dengan menggunakan wallpaper atau cat berwarna cerah dan lembut. Selaraskan desain lorong dengan tema desain rumah secara keseluruhan.


Karena koridor tergolong sempit, pastikan pencahayaan pada lorong cukup baik. Penambahan lampu dinding atau LED strip di sepanjang koridor dapat membantu.


Bagaimana memanfaatkan ruang pada koridor?

Sebagai jalur akses, dinding koridor dapat dimanfaatkan sebagai area penyimpanan yang menyatu dengan dinding. Koridor juga dapat dimanfaatkan sebagai hall of fame, dimana karya anak, atau foto keluarga dapat ditempel di sepanjang lorong untuk memeriahkan suasana rumah anda. Untuk single-loaded corridor, sisi terbuka dapat menjadi pemandangan dan koridor menjadi teras untuk bersantai. Penambahan elemen-elemen dekoratif serta lampu dekoratif pada lorong atau koridor dapat menjadi aksen dan menambah kesan dramatis.


Bagaimana membuat koridor terasa lebih lapang?

Untuk membuat koridor terasa luas dan lapang, gunakan cat yang berwarna terang dan penerangan yang cukup memadai. Karpet yang memiliki garis horizontal dapat membuat kesan lorong tidak terlalu panjang dan berkesan lebar. Cermin di salah satu sisi koridor juga dapat membantu membuat koridor atau lorong terasa luas.


Furnitur apa saja yang ada di koridor atau lorong?

Lorong rumah seringkali terabaikan, baik dalam penataan maupun tampilan. Fungsinya yang hanya sebagai area berjalan antarruang dalam rumah, membuat lorong sering dilupakan. Namun, area berjalan ini pun sebenarnya space yang bisa dimanfaatkan. Sekalipun tidak luas dan diapit oleh dinding di kedua sisinya, area tersebut bisa menjadi cantik dengan beberapa furnitur. Bila sudah ditambahkan furnitur, area tersebut tidak akan lagi terkesan kosong dan dilewati begitu saja. Furnitur yang diperlukan pun sederhana saja.


1. Tempat Duduk
Karena area tersebut umumnya tidak luas, single chair atau sofa two seater sudah cukup.

2. Side table dan/atau rak kecil
Penambahan meja kecil untuk meletakkan dekorasi atau benda-benda lain yang sekiranya dibutuhkan untuk ruang-ruang sekitarnya.

3. Rak gantung
Butuh storage lebih di dalam rumah? Rak gantung dapat menjadi furnitur di koridor yang hemat ruang namun cukup baik untuk menyimpan barang-barang ekstra.


Bagaimana untuk pencahayaan koridor atau lorong?

Koridor atau lorong di rumah sebaiknya cukup terang agar terlihat lebih luas. Berilah pencahayaan berupa lampu gantung setiap beberapa meter sekali agar lorong terlihat luas dan cerah. Lampu dinding juga dapat digunakan sebagai penerangan dan dapat mempercantik dinding lorong anda.