Bagaimana Cara Membangun Rumah dari Nol

Bagaimana Cara Membangun Rumah dari Nol | Foto artikel Arsitag
Cover: Trimmed Reform HouseTrimmed Reform House karya SUB tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)

Memang sudah banyak kompleks hunian yang menawarkan rumah dengan desain yang menarik. Namun, tetap saja desain karya developer itu belum tentu sesuai kebutuhan, sehingga masih banyak yang memilih membangun rumah dari nol. Membangun rumah dari nol terbilang susah-susah gampang, apalagi jika belum memiliki pengetahuan sama sekali. Namun sebenarnya, membangun rumah dari nol akan menjadi hal yang menarik sekaligus menantang karena hasil yang didapat akan jauh lebih memuaskan daripada rumah seragam yang dibangun developer.

Nah, artikel ini menginformasikan 8 cara membangun rumah dari nol untuk memberi gambaran pada Anda tentang apa yang harus Anda persiapkan dan tahapan-tahapan  yang harus dijalankan jika ingin membangun rumah dari nol. Dengan tahapan  yang tepat, Anda akan lebih mudah mewujudkan rumah impian Anda serta terhindar dari berbagai masalah yang memusingkan dan menyita waktu dan tenaga.

Trimmed Reform House bergaya kontemporer modern karya SUB (Sumber: arsitag.com)Trimmed Reform House bergaya kontemporer modern karya SUB (Sumber: arsitag.com)

Trimmed Reform House bergaya kontemporer modern karya SUB (Sumber: arsitag.com)

1. Cari Lokasi 

Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih lokasi rumah. Dekat dengan lokasi kerja atau infrastruktur pendukung seperti pasar, sekolah, dan pusat perbelanjaan menjadi pertimbangan bagi keluarga dengan penghuni berusia aktif. Akan tetapi, bagi penghuni yang berusia 50 tahun ke atas, faktor ketenangan dan keasrian lokasi akan menjadi pertimbangan utama. Selain itu, peruntukan lahan dan faktor pertambahan nilai investasi juga perlu dipikirkan. Jadi, saat memilih lokasi, pikirkan semua faktor pendukung kebutuhan keluarga Anda dan perkembangan lokasi di masa mendatang. 

AK_House karya Studio Air Putih tahun 2003 (Sumber: arsitag.com)AK_House karya Studio Air Putih tahun 2003 (Sumber: arsitag.com)

AK_House karya Studio Air Putih tahun 2003 (Sumber: arsitag.com)

Baca juga:

Kenali Peruntukan Lahan (Land Use) Kavling yang Anda Miliki

Status Kepemilikan Tanah

2. Siapkan Dana

Saat merencanakan membangun rumah dari nol, setidaknya harus memiliki dana cadangan 10% dari keseluruhan dana yang akan digunakan. Hal ini untuk mengantisipasi ‘pembengkakan’ biaya karena meningkatnya harga bangunan seiring perubahan waktu. Namun, jika Anda memiliki dana terbatas dengan kebutuhan ruang yang banyak, Anda bisa membangun rumah secara bertahap dengan konsep rumah tumbuh. ‘

Joglo Dalem Kebayan karya MOM Architect tahun 2015  (Sumber: arsitag.com)

Joglo Dalem KebayanJoglo Dalem Kebayan karya MOM Architect tahun 2015  (Sumber: arsitag.com)

3. Perluas Wawasan tentang Gaya Arsitektur dan Bahan Bangunan

Setelah menemukan lokasi dan menyiapkan dana untuk membangun rumah, Anda perlu memperluas wawasan tentang gaya arsitektur, bahan bangunan, dan tren arsitektur terkini, termasuk cara konstruksinya. Dengan wawasan yang luas, setidaknya Anda memiliki banyak pilihan, dan dapat dengan cerdik mendapat ide kreatif untuk memenuhi kebutuhan pembangunan rumah impian Anda.

KBP house karya erwin kusuma tahun 2015  (Sumber: arsitag.com)

KBP houseKBP house karya erwin kusuma tahun 2015  (Sumber: arsitag.com)

Baca juga:

9 Model Rumah Unik Karya Arsitek Indonesia Masa Kini

Polycarbonate : Material Pengganti Kaca yang Hemat Biaya

4. Buat Daftar Kebutuhan Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang

Saat membangun rumah dari nol, terutama untuk pasangan muda, kebutuhan jangka pendek Anda untuk rumah baru Anda, bisa jadi hanya sebuah kamar tidur dengan ruang-ruang pendukungnya. Setelah beberapa waktu, rumah Anda akan bertumbuh seiring pertambahan anggota keluarga Anda, kebutuhan ruang kerja di rumah, atau mungkin perlunya perpustakaan atau ruang baca di rumah. Itulah sebabnya Anda perlu mempertimbangkan ‘rumah tumbuh’ dan memasukkan rencana perkembangan keluarga Anda ke dalam daftar kebutuhan jangka menengah.

2 House karya HerryJ Architects tahun 2005 (Sumber: arsitag.com)

2 House2 House karya HerryJ Architects tahun 2005 (Sumber: arsitag.com)

Seperti halnya Anda memikirkan pertambahan nilai investasi tanah saat memilih lokasi, begitu pula yang perlu dipikirkan saat merancang rumah. Dalam jangka panjang, rumah Anda harus bisa meningkat nilainya, agar jika Anda berpikir untuk pindah rumah dan menjualnya, rumah Anda bisa terjual dengan harga tinggi. Itulah sebabnya, Anda harus memilih desain yang tak lekang oleh waktu dan material yang kuat dan tahan lama.

5. Cari Referensi Model Rumah Impian

Memang banyak tawaran dan referensi model rumah yang menarik dan indah.  Namun, model rumah impian adalah rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda sekeluarga. Bukan hanya tampilan luar bangunan saja, tetapi setiap ruang harus mencerminkan kebutuhan dan karakter setiap anggota keluarga. Bentuk massa bangunan dan ruang-ruang di dalamnya yang dirancang sesuai fungsinya dengan baik akan menciptakan rumah yang Anda impikan.

White Perforated Brick House karya eben tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

White Perforated Brick HouseWhite Perforated Brick House karya eben tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

Baca juga:

Desain Interior Rumah Mungil Kekinian Yang Sederhana Tapi Elegan

9 Kriteria Rumah yang Baik: Pengalaman Mendalam Tak Terlupa

6. Cari Arsitek

Arsitek handal untuk membantu mewujudkan perancangan desain rumah impian Anda bisa didapat dari referensi kenalan Anda, ataupun hasil penelusuran karya-karya arsitektur yang sudah mereka rancang. Sekarang, pencarian ini telah dipermudah dengan kehadiran berbagai situs marketplace arsitek dan interior desainer terbesar di Indonesia yang menawarkan profesional terbaik secara online, seperti arsitag.com.

Bagaimana Cara Membangun Rumah dari NolErwin Kusuma (Sumber: arsitag.com)

Erwin Kusuma (Sumber: arsitag.com)

7. Cari Kontraktor

Kontraktor memegang peran penting dalam mewujudkan rumah impian Anda. Jadi, selektiflah dalam memilih kontraktor handal yang bisa dipercaya. Pilihlah kontraktor yang sudah terbukti keberhasilannya. Pastikan Anda membuat kontrak tertulis yang detail dan jelas mengenai deskripsi pekerjaan, material, waktu, biaya, dan sanksi jika pekerjaan tidak sesuai perjanjian.

AL House at Alam Sutra karya Nelson Liaw tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

AL House at Alam SutraAL House at Alam Sutra karya Nelson Liaw tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

8. Cari Tahu Cara Mengurus IMB

Ingatlah untuk mengurus IMB dengan benar sebelum memulai pembangunan. IMB bermasalah akan membawa bencana bagi keseluruhan proses, bahkan bisa mengakibatkan kegagalan dan kerugian besar. Pastikan jalur pengurusan sesuai dengan ketentuan resmi. Jangan mengambil jalan belakang ataupun mengandalkan bantuan calo nakal.

Villa HC karya Nelson Liaw tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)
Villa HCVilla HC karya Nelson Liaw tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Jadi, membangun rumah dari nol tidak lagi memusingkan. Rencanakan segala kebutuhannya, persiapkan diri Anda, percayakan pengerjaan pada ahlinya, dan dapatkan rumah impiannya Anda tanpa masalah berarti.

Baca juga:

Tips Memilih Arsitek Yang Tepat Untuk Anda

Membangun Rumah Tahap 2: Perkenalan Dengan Arsitek

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.