Desain Interior Rumah Mungil Kekinian Yang Sederhana Tapi Elegan

Desain Interior Rumah Mungil Kekinian Yang Sederhana Tapi Elegan | Foto artikel Arsitag

Di tengah berkurangnya lahan perumahan dan melambungnya harga properti, ukuran rumah menjadi semakin mungil dengan tuntutan kebutuhan dan kenyamanan yang sama bahkan cenderung meningkat. Di sinilah kecerdikan dan kreativitas diuji untuk menciptakan desain interior rumah mungil kekinian yang sederhana tapi elegan.  Artikel kali ini akan menyajikan beberapa ide desain interior rumah mungil yang dapat menjadi acuan untuk memunculkan ide-ide segar yang unik dan menjadi jati diri rumah Anda.      

1.  Desain Interior Kamar Tidur

Rumah Miring di Surabaya, karya Andyrahman Architect (Sumber: arsitag.com)

Rumah Miring di Surabaya, karya Andyrahman Architect (Sumber: arsitag.com)

Kamar tidur sebagai fasilitas utama sebuah rumah menjadi hal yang harus didahulukan dalam perancangan. Konsep desain interior kamar tidur yang ingin dikedepankan oleh Andy Rahman adalah prinsip-prinsip dasar arsitektur, yaitu: spiritualitas, keharmonisan material dengan lingkungan, dan kesadaran tentang urban. Sebagian dinding sengaja dibiarkan ‘tidak selesai’ dengan acian yang tidak dicat. Lantai dari kayu crate dengan pintu balkon terbuat dari pintu kaca lipat untuk memberi kelegaaan pada kamar tidur yang mungil ini. Selain artistik dan berpadu apik dengan lingkungan tropis, semua material seperti ini tampak elegan, namun mudah dan murah dalam perawatannya.

DJ House karya Sontang M Siregar (Sumber: arsitag.com)

DJ House karya Sontang M Siregar (Sumber: arsitag.com)

Tuntutan banyaknya jumlah penghuni yang menempati rumah mungil di Jakarta ini, mendorong Sontang M. Siregar untuk menyiasatinya dengan pemanfaatan murphy bed.

Splow House karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Splow House karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Jika dilihat dari fotonya, pastilah Anda mengira bahwa kamar tidur yang elegan ini berada di dalam rumah mewah yang besar.  Padahal, rumah ini hanya berukuran 6x15 m saja, bahkan terhimpit di antara rumah-rumah lainnya.

Baca juga:

6 Ide Brilian Mengakali Kamar Tidur Kecil

Desain Kreatif Kamar Tidur untuk Banyak Orang

2.  Desain Interior Kamar Tidur Apartemen

One (+one) Bedroom Apartment karya arkitekt.id (Sumber: arsitag.com)

One (+one) Bedroom Apartment karya arkitekt.id (Sumber: arsitag.com)

Kamar tidur apartemen yang seringkali tidak terlalu luas, bisa ‘disulap’ menjadi lega dan elegan.  Rancanglah lemari multifungsi sebagai penanda area kamar tidur. Selain memberi kesan kamar tidur sebagai area privasi, desain lemari seperti ini menjadi andalan desain interior untuk ruang mungil. Desain ini keren karena ide, bentuk, dan susunannya bisa berbeda-beda, sesuai kebutuhan, keinginan, dan gaya pemiliknya.

Baca juga: 5 Cara Kreatif Menciptakan Ruang Tanpa Dinding

3.  Desain Interior Multifungsi

One (+one) Bedroom Apartment seluas 36m2 karya arkitekt.id (Sumber: arsitag.com)

One (+one) Bedroom Apartment seluas 36m2 karya arkitekt.id (Sumber: arsitag.com)

Terbatasnya luas ruang tidak membatasi berkembangnya kebutuhan yang harus dipenuhi. Ide-ide multifungsi dalam desain interior yang tidak ada batasnya dapat dimanfaatkan untuk menyiasatinya.

Arsitektur modern One (+one) Bedroom Apartment seluas 36m2 karya arkitekt.id tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

Arsitektur modern One (+one) Bedroom Apartment seluas 36m2 karya arkitekt.id tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

Mulai dari pintu lemari yang berfungsi ganda sebagai meja baca atau meja kerja, tempat tidur yang bisa disembunyikan di dalam rak, atau bahkan murphy bed dalam berbagai model.

Window seat di Muchtar Residence, Jakarta karya Graharupa Studio tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Window seat di Muchtar Residence, Jakarta karya Graharupa Studio tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Selain di area kamar tidur, desain interior multifungsi bisa diterapkan untuk berbagai furnitur, termasuk area duduk di bawah jendela (window seat).

Baca juga:

Desain Perancangan Area Duduk ‘Window Seat’ di Bawah Jendela

Berapa Biaya Untuk Desainer Interior?

5.  Desain interior open-plan

Dheeja House karya Parametr Architecture (Sumber: arsitag.com)

Dheeja House karya Parametr Architecture (Sumber: arsitag.com)

Trik yang paling efektif dan sedang tren saat ini untuk menyiasati interior rumah mungil adalah ‘open-plan’.  Konsep ini memberikan ide pilihan elemen selain dinding sebagai pembatas ruang. Batas antar ruang tidak melulu berupa dinding masif. Bisa memanfaatkan kolom, furnitur, bahkan perbedaan warna. Konsep open-plan juga memberikan aliran ruang yang nyaman dan lega.

Splow House karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Splow House karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Baca juga tips dan trik:

10 Sentuhan Desain untuk 'Open-Plan'

Bermain warna? Siapa Takut?

6.  Desain bukaan untuk interior rumah mungil

Rumah Kecil at Ozone Residence karya AKANOMA YU SING (Sumber: arsitag.com)

Rumah Kecil at Ozone Residence karya AKANOMA YU SING (Sumber: arsitag.com)

Rumah seluas 89 m2  ini rampung pada Desember 2015.  Yu Sing sengaja mendesain banyak bukaan maksimal, bahkan sampai mencapai dinding atap, untuk pencahayaan dan sirkulasi udara agar rumah ini hemat energi dan tidak sumpek karena ukurannya yang mungil.

7.  Desain tangga untuk rumah mungil 

Rumah Cempaka Putih  di Depok karya Parisauli Arsitek tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)

Rumah Cempaka Putih  di Depok karya Parisauli Arsitek tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)

Rumah 2 lantai ini dibangun di tapak seluas 96 m2 dengan luas bangunan 117 m2. Sebagai penghubung antar lantai dan bagian dari interior, desain tangga di rumah mungil juga harus dipertimbangkan sebaik-baiknya karena persentase ruang yang dibutuhkannya cukup ‘memakan tempat’.

Splow House karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Splow House karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Budget yang terbatas serta kebutuhan ruang yang banyak di tengah lahan yang sempit dan terhimpit, membuat Arsitek melahirkan Konsep Split-Grow House , yaitu Rumah Split yang tumbuh seiring dengan kemampuan budget dari pemiliknya. Konsep split digunakan untuk mengatasi jumlah permintaan ruang yang setara 3 lantai, namun dimanipulasi hingga terlihat 2 lantai apabila dilihat dari sisi depan rumah sehingga tidak terlihat mencolok dan membalap tinggi rumah tetangganya.

R House di Taman Laguna, Jakarta seluas 100m2 karya Sontang M Siregar tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

R House di Taman Laguna, Jakarta seluas 100m2 karya Sontang M Siregar tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

Manfaatkan ruang di bawah anak tangga sebagai rak atau perpustakaan di rumah. Desain ini memberikan cukup banyak ruang untuk meletakkan dan menyimpan barang sambil tetap menjaga kebersihan dan kerapian ruang sehingga ruang tetap lega.

8.  Desain void dan taman untuk rumah mungil

Rumah Cempaka Putih  di Depok karya Parisauli Arsitek tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)

Rumah Cempaka Putih  di Depok karya Parisauli Arsitek tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)

Seringkali ukuran rumah mungil dibarengi dengan himpitan dari rumah tetangga. Void dapat menjadi solusi cerdas untuk mengatasi kesumpekan, kurangnya pencahayaan, dan polusi suara dari rumah tetangga. Area di bawah void juga bisa dijadikan taman minimalis yang menambah kesan lega karena bagian lingkungan luar berada di dalam ruang.

Mitos bahwa rumah mungil di lahan yang sempit pastilah sumpek dan tidak nyaman tidaklah benar. Begitu juga dengan anggapan bahwa biaya interior pastilah mahal dan tidak terjangkau para pemilik rumah mungil, tidaklah benar. Penerapan ide-ide desain interior yang tepat dapat mengatasi kedua permasalahan ini dan mengembangkannya menjadi desain interior rumah mungil kekinian yang sederhana tapi elegan.

Baca juga:

Menata Ulang Kamar Mandi Mungil Minimalis

Cara Memaksimalkan Dapur Kecil Anda

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.